Harnaningsih Harnaningsih
STKIP Taman Siswa Bima

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING DALAM PEMBELAJARAN PPKN UNTUK MENANAMKAN NILAI-NILAI PANCASILA PADA SISWA SDN 11 WOJA Harnaningsih Harnaningsih; Ady Irawan; A. Gafar Hidayat
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.12314

Abstract

ABSTRACT Instilling Pancasila values through Civic and Pancasila Education (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan/PPKn) in elementary schools is expected to develop students into individuals with strong character and a firm commitment to national values. However, current instructional practices remain predominantly content-oriented and have not fully accommodated students' cultural backgrounds as meaningful learning resources. As a result, the internalization of national values has not been achieved optimally. This study aimed to describe the implementation of Culturally Responsive Teaching (CRT) in PPKn learning to foster national values among students at SDN 11 Woja and to identify the supporting and inhibiting factors influencing its implementation. This study employed a descriptive qualitative approach involving the principal, classroom teachers, and students as research participants. Data were collected through observations, interviews, and documentation, and analyzed using an interactive model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that implementing Culturally Responsive Teaching by integrating local culture, students' social experiences, and contextual learning activities creates a more inclusive, participatory, and meaningful learning environment. This approach contributes to strengthening national values, including mutual cooperation, tolerance, responsibility, patriotism, and respect for diversity. Successful implementation was supported by teachers' commitment, a conducive school environment, and the use of local culture as a learning resource, while limited instructional media and teachers' understanding of CRT remained significant challenges. These findings demonstrate that Culturally Responsive Teaching is an effective instructional approach for strengthening the internalization of national values through culturally based PPKn learning in elementary schools. ABSTRAK Penanaman nilai-nilai Pancasila melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di sekolah dasar diharapkan mampu membentuk peserta didik yang berkarakter dan memiliki komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan. Namun, praktik pembelajaran masih cenderung berorientasi pada penguasaan materi sehingga belum sepenuhnya mengakomodasi latar belakang budaya peserta didik sebagai sumber belajar yang bermakna. Kondisi tersebut menyebabkan proses internalisasi nilai-nilai kebangsaan belum berlangsung secara optimal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Culturally Responsive Teaching dalam pembelajaran PPKn untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan pada siswa SDN 11 Woja serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan kepala sekolah, guru kelas, dan siswa sebagai subjek penelitian. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Culturally Responsive Teaching melalui integrasi budaya lokal, pengalaman sosial peserta didik, serta aktivitas pembelajaran kontekstual mampu menciptakan pembelajaran yang lebih inklusif, partisipatif, dan bermakna. Pendekatan ini berkontribusi terhadap penguatan nilai gotong royong, toleransi, tanggung jawab, cinta tanah air, dan penghargaan terhadap keberagaman. Keberhasilan implementasi didukung oleh komitmen guru, lingkungan sekolah yang kondusif, serta pemanfaatan budaya lokal sebagai sumber belajar, sedangkan keterbatasan media pembelajaran dan pemahaman guru mengenai konsep Culturally Responsive Teaching masih menjadi kendala. Temuan ini menunjukkan bahwa Culturally Responsive Teaching merupakan pendekatan yang relevan untuk memperkuat internalisasi nilai-nilai kebangsaan melalui pembelajaran PPKn berbasis budaya lokal di sekolah dasar.