ABSTRACT The implementation of Pancasila Education within the Merdeka Curriculum emphasizes contextual learning experiences that foster students' character development. However, the teaching of Indonesian cultural diversity in elementary schools remains largely dependent on textbooks and conventional instructional methods, limiting students' ability to develop a comprehensive understanding of cultural diversity. This study was conducted to identify the need for developing TALAKA (Peta Jelajah Bhinneka) as an alternative learning medium tailored to the characteristics of fifth-grade students at SD Negeri Bunulrejo 2. A qualitative descriptive approach was employed through a needs analysis involving classroom observations, teacher interviews, and questionnaires administered to one fifth-grade teacher and 26 students. The findings revealed that interactive learning media had not yet been optimally integrated into Pancasila Education instruction. A total of 84.62% of students reported difficulties in understanding cultural diversity through conventional learning, while 92.31% expressed interest in educational game-based learning, and 88.46% preferred an interactive cultural map as a learning medium. Interview results further indicated that teachers required instructional media capable of visually presenting the geographical distribution of Indonesian cultures, promoting active student participation, and fostering attitudes of tolerance. These findings demonstrate that TALAKA has strong potential to be developed as a visual, interactive, and contextual learning medium, providing a solid foundation for subsequent stages of media development, expert validation, and effectiveness testing. ABSTRAK Pembelajaran Pendidikan Pancasila pada Kurikulum Merdeka menuntut terselenggaranya pengalaman belajar yang kontekstual dan berorientasi pada pembentukan karakter, tetapi implementasinya di sekolah dasar masih menghadapi keterbatasan media yang mampu memvisualisasikan materi keberagaman budaya Indonesia secara konkret. Kondisi tersebut menyebabkan peserta didik lebih banyak menghafal informasi dibandingkan membangun pemahaman yang utuh mengenai keberagaman budaya. Atas dasar permasalahan tersebut, penelitian ini diarahkan untuk mengidentifikasi kebutuhan pengembangan media TALAKA (Peta Jelajah Bhinneka) sebagai alternatif media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik kelas V SD Negeri Bunulrejo 2. Kajian dilaksanakan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui tahapan observasi, wawancara, dan penyebaran angket yang melibatkan satu guru kelas V serta 26 peserta didik sebagai sumber data utama. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa penggunaan media pembelajaran interaktif belum berlangsung secara optimal. Sebanyak 84,62% peserta didik mengaku mengalami kesulitan memahami materi keberagaman budaya melalui pembelajaran konvensional, 92,31% menunjukkan ketertarikan terhadap pembelajaran berbasis permainan edukatif, dan 88,46% memilih media berbentuk peta budaya interaktif. Guru juga mengemukakan kebutuhan akan media yang mampu menampilkan persebaran budaya Indonesia secara visual, mendorong partisipasi aktif peserta didik, serta menanamkan sikap toleransi. Hasil analisis tersebut menegaskan bahwa media TALAKA memiliki tingkat relevansi yang tinggi untuk dikembangkan sebagai media pembelajaran visual, interaktif, dan kontekstual, sekaligus menjadi landasan bagi tahap pengembangan, validasi, dan pengujian efektivitas pada penelitian berikutnya.