Penelitian ini didorong oleh tingginya penggunaan internet dan media sosial di Kota Bukittinggi yang telah mengubah peran media digital dari media komunikasi menjadi media pemasaran yang masif. Karena fenomena ini, perempuan Gen Z tumbuh dengan lebih banyak paparan terhadap konten promosi produk kecantikan, yang mendorong pergeseran motivasi belanja dari memenuhi kebutuhan menjadi pemenuhan tren dan aktualisasi diri, sehingga memunculkan perilaku konsumtif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh influencer marketing dan gaya hidup pada perempuan Gen Z (18-28 tahun) di kota Bukittinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis statistik inferensial parametrik. Populasi penelitian adalah seluruh perempuan Gen Z di Kota Bukittinggi, dengan sampel penelitian sebanyak 100 responden yang diambil menggunakan teknik non-probability sampling melalui pendekatan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner skala Likert yang disebarkan secara online maupun offline. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan pengujian hipotesis yang dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa influencer marketing dan gaya hidup secara parsial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif produk kecantikan. Pengaruh ini juga terbukti signifikan secara simultan, dengan nilai koefisien determinasi sebesar 76,8% yang menunjukkan kemampuan kedua variabel tersebut untuk menjelaskan variasi perilaku konsumtif, sementara 23,2% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian. Berdasarkan temuan ini, penting bagi perempuan Gen Z di Kota Bukittinggi untuk meningkatkan kontrol diri dan lebih selektif dalam menanggapi konten promosi di media sosial agar tidak mudah terjebak pada perilaku konsumtif.