Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Etos Gusjigang Sebagai Model Penguatan Karakter Dan Toleransi Di SMK Raden Umar Said Kudus Rochanah
Prosiding Seminar Nasional Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIM Sinjai Vol 5 (2026): Volume 5 Tahun 2026
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/sentikjar.v5i0.4426

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai Etos Gusjigang yang diintegrasikan ke dalam kurikulum dan budaya sekolah di SMK Raden Umar Said Kudus sekaligus menganalisis peran Etos Gusjigang dalam membentuk sikap toleransi di lingkungan sekolah yang heterogen. Lokasi penelitian ini adalah SMK Raden Umar Said Kudus, Kudus, JawaTengah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan guru Pendidikan Agama Islam dan sejumlah siswa di SMK Raden Umar Said Kudus. Sumber data dalam penelitian ini meliputi Bapak ES dan Bapak MRI selaku guru PAI, ibu K selaku guru PKn, dan 4 siswa SMK Raden Umar Said Kudus. Selain wawancara, teknik lain yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; pertama, Etos Gusjigang menciptakan profil siswa yang memiliki aspek seimbang dalam hal moral (Gus), penegtahuan yang luas dan religiositas yang moderat (Ji), serta kemampuan teknis yang kompetitif di dunia kerja (Gang). Akumulasi ketiga komponen tersebut secara alami akan memupuk karakter dan sikap toleransi siswa. Kedua, Peran Gusjigang di SMK RUS adalah menyediakan kerangka kerja Soft Skill yang khas Kudus namun relevan secara global dan memastikan ketersediaan fasilitas dan kemajuan teknologi di SMK RUS bersandar pada nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan. Dengan karakter Gusjigang, lulusan SMK RUS diharapkan tidak hanya menjadi "mesin" produksi yang hebat, namun melahirkan manusia yang memiliki kepekaan sosial dan mampu hidup berdampingan dalam keberagaman.