Qurrota A'yuni Fitriana
Universitas Negeri Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Celebrity Worship dengan Body Dissatisfaction pada Mahasiswi Penggemar K-Pop Shilfani Fitri Wahyuningsih; Qurrota A'yuni Fitriana
Journal of Psychology Students Vol. 5 No. 1 (2026): JoPS: Journal of Psychology Students
Publisher : Faculty of Psychology Sunan Gunung Djati Islamic University of Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jops.v5i1.52904

Abstract

Body dissatisfaction merupakan masalah psikologis yang sering dialami perempuan, ditandai dengan ketidakpuasan terhadap bentuk, berat, dan penampilan tubuh. Berbagai faktor dapat memengaruhi ketidakpuasan tubuh, salah satunya adalah faktor eksternal berupa paparan standar kecantikan yang ditampilkan dalam media populer, seperti budaya K-Pop. Budaya K-Pop menampilkan figur idola dengan standar kecantikan tertentu yang menjadi objek kekaguman bagi para penggemarnya. Salah satu bentuk keterlibatan penggemar terhadap idola dikenal sebagai celebrity worship, yaitu hubungan parasosial yang ditandai dengan ketertarikan emosional terhadap selebriti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara celebrity worship dan body dissatisfaction pada mahasiswi penggemar K-Pop. Hipotesis penelitian ini adalah terdapat hubungan antara celebrity worship dan body dissatisfaction. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Penelitian ini melibatkan 164 mahasiswi penggemar K-Pop berusia 18–25 tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling. Instrumen yang digunakan berupa skala body dissatisfaction berdasarkan aspek dari Cooper dan Celebrity Attitude Scale oleh McCutcheon. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi r = 0,137 dengan p = 0,081 (p > 0,05). Temuan ini memperkaya kajian mengenai dinamika psikologis penggemar K-Pop terkait evaluasi diri dan menjadi landasan bagi institusi pendidikan untuk menyusun program edukasi terkait penerimaan tubuh dan literasi media bagi mahasiswa.