Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor strategis yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, sebagian besar UMKM di daerah terpencil, termasuk Kota Prabumulih, masih menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaan keuangan, seperti pencatatan manual, rendahnya literasi digital, keterbatasan akses terhadap teknologi keuangan, serta lemahnya kemampuan dalam melakukan analisis kondisi usaha. Perkembangan Artificial Intelligence (AI) membuka peluang baru dalam meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan melalui otomatisasi pencatatan transaksi, penyusunan laporan keuangan, analisis arus kas, prediksi pendapatan, serta pemberian rekomendasi pengambilan keputusan secara cepat dan akurat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan Artificial Intelligence terhadap pengelolaan keuangan digital dan dampaknya terhadap ketahanan bisnis UMKM di daerah terpencil Kota Prabumulih. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap pelaku UMKM yang tersebar pada beberapa kecamatan di Kota Prabumulih. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan responden pelaku UMKM yang telah menggunakan smartphone dalam aktivitas usahanya. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Model penelitian menguji hubungan antara Artificial Intelligence, Literasi Keuangan Digital, Pengelolaan Keuangan Digital, dan Ketahanan Bisnis UMKM. Hasil penelitian diharapkan menunjukkan bahwa pemanfaatan AI berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan digital. Selain itu, pengelolaan keuangan digital diperkirakan mampu meningkatkan ketahanan bisnis melalui peningkatan efisiensi operasional, kualitas pengambilan keputusan, kemampuan adaptasi terhadap perubahan pasar, serta keberlanjutan usaha. Model SMART UMKM Finance yang dikembangkan diharapkan menjadi model digitalisasi keuangan yang adaptif bagi UMKM di daerah terpencil dan dapat dijadikan rekomendasi bagi pemerintah daerah, lembaga keuangan, serta pelaku usaha dalam mempercepat transformasi digital UMKM.