Kurnianingrum, Woro
Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENERAPAN FORWARD CHAINING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MANDI SECARA MANDIRI PADA REMAJA DENGAN MILD INTELLECTUAL DISABILITY Mustikawati, Adisa; Kurnianingrum, Woro
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i1.1623

Abstract

Hambatan dalam fungsi adaptif merupakan salah satu karakteristik individu dengan intellectual disability. Hal yang termasuk ke dalam fungsi adaptif, yaitu kemampuan bina diri atau perawatan diri. Individu dengan mild intellectual disability merupakan individu yang mampu didik, yaitu mampu untuk mempelajari keterampilan hidup sehari-hari. Salah satu kemampuan adaptif yang dapat ditingkatkan pada individu dengan mild intellectual disability adalah mandi secara mandiri. Kemampuan mandi secara mandiri merupakan salah satu kemampuan yang perlu dikuasai karena berkaitan dengan kebersihan diri sendiri dan kesehatan kulit. Dengan menggunakan teknik forward chaining, satu orang remaja dengan mild intellectual disability mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan kemampuannya dalam mandi secara mandiri, terutama dalam mempertahankan kemampuan yang sudah dikuasai dan melatih kemampuan yang sebelumnya belum ada atau ditunjukkan. Pemberian prompting dan social reinforcers juga digunakan dalam penelitian ini. Prompt yang diberikan meliputi instruksi atau arahan. Intervensi dilakukan selama 9 sesi. Hasil dari penelitian ini adalah telah terbentuk perilaku mandi sebagai bagian dari kemampuan bina diri pada remaja dengan mild intellectual disability. Peneliti menyimpulkan bahwa program modifikasi perilaku dengan menggunakan teknik forward chaining disertai dengan pemberian prompt dan social reinforcers menampilkan efektivitas jangka panjang, di mana perilaku mandi secara mandiri dengan langkah-langkah yang tepat dapat dipertahankan oleh subyek apabila terus dilakukan penguatan dengan berulang dan jangka waktu yang panjang atau sesi lebih banyak.
PENERAPAN ART THERAPY UNTUK MENINGKATKAN SELF-ESTEEM ANAK USIA MIDDLE CHILDHOOD Wong, Alvina; Kurnianingrum, Woro
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i1.1595

Abstract

Self-esteem merupakan salah satu aspek pada diri yang memiliki peran penting pada tiap tahap kehidupan seseorang. Pembentukkan self-esteem pada seorang anak dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, salah satunya adalah teman sebaya, di mana anak-anak menjalin interaksi dengan teman sebayanya, sehingga pengalaman-pengalaman yang didapatkan selama interaksi tersebut menjadi salah satu faktor yang cukup berpengaruh pada anak usia sekolah ini dalam hal pembentukkan self-esteem mereka. Di usia middle childhood, anak memasuki tahap industry versus inferiority, di mana anak harus mempelajari kemampuan produktif yang dibutuhkan atau anak akan menghadapi inferioritas. Oleh sebab itu, art therapy diterapkan dalam penelitian ini sebagai upaya untuk meningkatkan selfesteem dari lima anak usia middle childhood. Kelima partisipan menunjukkan perilaku tidak percaya diri yang dikeluhkan oleh guru kelas. Penelitian ini menggunakan quantitative one group pre-test post-test design, di mana alat ukur self-esteem dan grafis dianalisa untuk mengetahui perbandingan hasil sebelum dan sesudah pemberian intervensi. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa art therapy tergolong efektif untuk meningkatkan selfesteem pada anak usia middle childhood.
PENERAPAN SHAPING GUNA MEMBENTUK PERILAKU BEKERJASAMA GOSOK GIGI PADA ANAK PENYANDANG SEVERE INTELLECTUAL DISABILITIES Singarimbun, Sanny Novelty; Kurnianingrum, Woro
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i1.1639

Abstract

Perawatan kesehatan terutama pada anak dengan intellectual disabilities yang berat diperlukan terutama pada kesehatan gigi. Oleh karena itu studi ini mengenai bagaimana dapat meningkatkan perilaku kerjasama pada anak dengan intellectual disabilities kategori berat dengan pengasuhnya. Metode yang digunakan single subject design. Jumlah partisipan adalah 1 orang, berjenis kelamin perempuan, dan berusia 9 tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa anak berhasil, anak mampu untuk menunjukkan perilaku bekerjasama berupa mengikuti instruksi dan bersedia digosok giginya oleh pengasuh. Perlu memperhatikan pada kemampuan pengasuh dalam mendampingi dan kesadaran pengasuh akan pentingnya perawatan gigi. Bagi anak, diperlukan penguat untuk dapat memahami tindakannya sudah tepat.