p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Sains Medisina
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran Tingkat Pengetahuan Anak Tentang Perilaku Bullying di SD Negeri 11 Pedungan Ida Bagus Tri Sutrisna Manuaba; Ni Komang Ayu Resiyanthi; Hendro Wahyudi
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.990

Abstract

Bullying merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi di lingkungan sekolah dasar dan dapat memberikan dampak yang serius terhadap kesehatan fisik, kondisi psikologis, serta perkembangan sosial anak. Perilaku bullying yang tidak ditangani secara tepat dapat menyebabkan gangguan emosional, menurunnya prestasi belajar, serta terganggunya hubungan sosial antar siswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan anak tentang perilaku bullying di SD Negeri 11 Pedungan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV, V, dan VI di SD Negeri 11 Pedungan dengan jumlah sampel sebanyak 75 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup yang disusun untuk menilai tingkat pengetahuan siswa mengenai bullying, meliputi pengertian bullying, jenis-jenis bullying, dampak yang ditimbulkan, serta upaya pencegahan bullying di lingkungan sekolah. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil penelitian berdasarkan 75 siswa di SD Negeri 11 Pedungan menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan anak tentang perilaku bullying berada pada kategori cukup sebanyak 36 siswa (48,0%), kategori baik sebanyak 27 siswa (36,0%), dan kategori kurang sebanyak 12 siswa (16,0%). Temuan ini mengindikasikan bahwa mayoritas siswa telah memiliki pemahaman dasar mengenai bullying, namun pengetahuan tersebut belum sepenuhnya optimal. Pengetahuan pada kategori cukup menunjukkan bahwa siswa telah mengenal pengertian dan bentuk-bentuk bullying, tetapi masih memiliki keterbatasan dalam memahami dampak jangka panjang serta upaya pencegahan perilaku bullying secara menyeluruh.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Anak Usia Sekolah Dasar tentang Diare di SD Negeri 4 Sidan Dewa Ayu Cut Wulan Sariyanti; I Nyoman Asdiwinata; Ni Komang Ayu Resiyanthi
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.991

Abstract

Diare merupakan masalah kesehatan utama pada anak usia sekolah dasar akibat daya tahan tubuh yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan menggambarkan tingkat pengetahuan anak tentang diare di SD Negeri 4 Sidan. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Sampel terdiri dari 62 siswa kelas III-VI yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner berisi 20 pertanyaan yang mencakup definisi, penyebab, gejala, dan pencegahan diare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori cukup (45,2%), diikuti kategori rendah (38,7%), dan baik (16,1%). Hasil crosstabulation menunjukkan bahwa pengetahuan yang lebih baik cenderung ditemukan pada anak dengan usia lebih muda dan kelas bawah, sedangkan pengetahuan rendah lebih banyak ditemukan pada anak usia lebih muda. Berdasarkan jenis kelamin, tidak ditemukan perbedaan yang mencolok antara siswa laki-laki dan perempuan terhadap tingkat pengetahuan diare. Analisis menunjukkan bahwa rendahnya pengetahuan siswa dipengaruhi oleh keterbatasan akses informasi kesehatan, kebilsaan personal hygiene yang belum optimal, serta lingkungan sekolah dan rumah yang kurang mendukung penerapan perilaku hidup bersih. Kurangnya paparan media edukatif dan minimnya program kesehatan terstruktur juga turut berkontribusi pada rendahnya pemahaman terkait diare. Program edukasi di sekolah perlu menitikberatkan pada praktik cuci tangan yang benar, penggunaan air bersih, serta pencegahan penularan penyakit. Upaya promotif dan preventif ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan siswa dan berkontribusi pada penurunan angka kejadian diare di lingkungan sekolah.