Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

OPTIMALISASI POTENSI PAJAK DARI SEKTOR PERBANKAN SYARIAH DALAM PENINGKATAN PENERIMAAN NEGARA: OPTIMIZING TAX POTENTIAL FROM THE SHARIA BANKING SECTOR TO INCREASE STATE REVENUE Zahrotun Mufidah; Imahda Khoiri Furqon
JASIE Vol. 4 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jse.v4i02.14463

Abstract

Sektor perbankan syariah memiliki potensi signifikan dalam mendukung penerimaan negara melalui kontribusi pajak. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal akibat kendala regulasi, tumpang tindih perlakuan pajak antara produk konvensional dan syariah, serta rendahnya integrasi data perpajakan. Artikel ini bertujuan menganalisis kerangka hukum perpajakan perbankan syariah di Indonesia, mengidentifikasi tantangan implementatif yang dihadapi, serta merumuskan strategi kebijakan untuk mengoptimalkan penerimaan pajak tanpa bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis yuridis-normatif dan kebijakan, yang didukung oleh telaah literatur akademik, regulasi perpajakan, data fiskal, serta dokumen kebijakan terkait perbankan syariah dan perpajakan. Hasil kajian menunjukkan bahwa peningkatan kepastian hukum, harmonisasi regulasi perpajakan antara produk syariah dan konvensional, serta penguatan transformasi digital sistem perpajakan merupakan faktor kunci dalam meningkatkan efektivitas pemungutan pajak di sektor perbankan syariah. Implikasi kebijakan dari penelitian ini menekankan perlunya reformulasi kebijakan fiskal yang adaptif terhadap karakteristik akad syariah, penguatan integrasi data antara otoritas pajak dan industri perbankan syariah, serta penyusunan regulasi perpajakan yang berkeadilan guna mendorong kontribusi optimal perbankan syariah terhadap penerimaan negara secara berkelanjutan.
ANALISIS PERAN BANK INDONESIA SEBAGAI OTORITAS MONETER MELALUI SUKU BUNGA ACUAN (BI7DRR) DALAM PENGENDALIAN INFLASI DI INDONESIA: ANALYSIS OF BANK INDONESIA'S ROLE AS THE MONETARY AUTHORITY IN CONTROLLING INFLATION IN INDONESIA THROUGH THE BENCHMARK INTEREST RATE Fanisatul Izzah; Herlina Sekar Ayu; Zahrotun Mufidah; Rinda Asytuti
JASIE Vol. 5 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jse.v5i1.16774

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Bank Indonesia sebagai otoritas moneter dalam pengendalian inflasi di Indonesia melalui kebijakan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) selama periode 2016–2026. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS), dan berbagai literatur ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bank Indonesia berperan penting dalam menjaga stabilitas harga melalui penetapan BI7DRR sebagai instrumen utama kebijakan moneter. Kebijakan tersebut memengaruhi inflasi melalui mekanisme transmisi suku bunga, kredit, nilai tukar, dan ekspektasi inflasi. Selama periode penelitian, inflasi mengalami fluktuasi akibat perubahan kondisi ekonomi domestik dan global, termasuk pada tahun 2026 ketika inflasi mencapai 3,34% (year-on-year Juni 2026) dan BI7DRR dipertahankan pada level 5,75%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pengendalian inflasi tidak hanya ditentukan oleh penyesuaian BI7DRR, tetapi juga oleh efektivitas peran Bank Indonesia dalam merumuskan kebijakan moneter yang kredibel dan adaptif terhadap dinamika perekonomian.