Tingkat turnover dapat mengakibatkan kerugian finansial signifikan akibat biaya rekrutmen, seleksi, pelatihan ulang, dan hilangnya produktivitas selama masa transisi. Buku yang menjadi rujukan utama bagi praktisi dan akademisi Human Resource Management ini menegaskan bahwa manajemen retensi yang efektif memerlukan pendekatan strategis yang terintegrasi dengan tujuan bisnis secara keseluruhan. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui Strategi Pengembangan Karir yang saat ini dilaksanakan, (2) Untuk mengetahui Retensi Karyawan yang saat ini berjalan dan (3) Untuk mengetahui Strategi Pengembangan Karir dan Retensi Karyawan Dalam Mengurangi Tingkat Turnover Karyawan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) mengimplementasikan strategi pengembangan karir yang cukup komprehensif dan terstruktur, mencakup lima indikator utama yaitu sistem penilaian prestasi kerja yang berbasis KPI dan kompetensi dengan pendekatan yang berbeda antar divisi sesuai dengan karakteristik masing-masing fungsi, pemberian eksposur tugas strategis di luar tanggung jawab rutin melalui keterlibatan dalam negosiasi klien korporasi, presentasi di forum industri, serta penanganan klaim kompleks yang memperkaya pengalaman profesional karyawan (2) Pendekatan multidimensi yang mencakup tujuh indikator utama, yaitu kebijakan gaji dan upah yang kompetitif dengan gaji pokok berada di kisaran rata-rata industri serta penyesuaian gaji secara berkala berdasarkan inflasi dan pencapaian kinerja individu, sistem insentif berbasis kinerja yang atraktif melalui komisi dan bonus tahunan yang berbeda sesuai dengan karakteristik masing-masing divisi dan memberikan dorongan motivasi yang signifikan bagi karyawan, paket tunjangan kesehatan yang mencakup BPJS dan asuransi kesehatan swasta tambahan yang memberikan perlindungan luas bagi karyawan dan keluarga dan (3) Strategi pengembangan karir dan retensi karyawan secara terintegrasi dan komprehensif melalui pendekatan multidimensi yang mencakup dua belas indikator utama, yaitu sistem penilaian prestasi kerja berbasis KPI dan kompetensi yang diterapkan secara berbeda antar divisi sesuai dengan karakteristik masing-masing fungsi, pemberian eksposur tugas strategis di luar tanggung jawab rutin melalui keterlibatan dalam negosiasi klien korporasi, presentasi di forum industri, serta penanganan klaim kompleks yang memperkaya pengalaman profesional karyawan, fasilitasi pengembangan jaringan profesional melalui keikutsertaan dalam asosiasi pialang dan forum industri yang membuka peluang bagi karyawan untuk membangun relasi dengan sesama profesional dan pemangku kepentingan industri.