Suyahmo
Universitas Negeri Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGUATAN KARAKTER DISIPLIN SISWA OLEH GURU PENDIDIKAN PANCASILA PADA PEMBELAJARAN DI KELAS VII SMP NEGERI 1 PURWAREJA KLAMPOK BANJARNEGARA Hadiroh Resqi Nur Fadilah Hadiroh Resqi Nur Fadilah; Suyahmo
Unnes Civic Education Journal Vol. 10 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ucej.v10i4.6722

Abstract

Karakter disiplin sudah sepatutnya tertanam dan melekat dalam diri siswa sebagai pelajar. Untuk menjamin ketercapaian pemenuhan pendidikan, maka disiplin sangat diperlukan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode penguatan karakter disiplin siswa serta faktor pendukung dan penghambat penguatan karakter disiplin siswa oleh guru Pendidikan Pancasila pada pembelajaran di kelas VII SMP Negeri 1 Purwareja Klampok Banjarnegara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif kualitatif fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Analisis data menggunakan model interaktif meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Prosedur penelitian meliputi, pra penelitian, pelaksanaan dan laporan penelitian. Hasil penelitian yang diperoleh siswa dilatih untuk bersikap dan berperilaku disiplin menggunakan metode internalisasi seperti disiplin nasional dengan mengikuti pembelajaran Pendidikan Pancasila, disiplin belajar dan disiplin waktu dengan memberi tugas sesuai batasan waktu. Metode pembiasaan dilakukan sesuai kesepakatan bersama, siswa dilatih disiplin sosial, disiplin dalam menegakkan aturan. Metode reward diberikan dengan memberikan acungan ibu jari dan tepuk tangan, punishment yang diberikan yaitu membuang sampak ke gerobak sampah. Metode keteladanan, siswa dilatih untuk disiplin waktu, disiplin sikap, disiplin berpakaian, dan disiplin beribadah. Faktor pendukung meliputi komitmen guru di sekolah, kerjasama antara sekolah dengan orang tua, sarana dan prasarana yang memadai. Faktor penghambat meliputi kurangnya kontrol diri siswa, kondisi lingkungan sekitar, dan pengaruh teman sebaya. Saran penelitian, sekolah dapat melakukan kebijakan monitoring secara berkala dan guru Pendidikan Pancasila dapat memanfaatkan sarana dan prasarana untuk mengoptimalkan pembelajaran pendidikan Pancasila menggunakan media pembelajaran seperti video pembelajaran maupun Power Point. 
Strengthening pre-service teachers' characters through Gusjigang local wisdom: A phenomenological study in Indonesian higher education Santoso; Suyahmo; Puji Lestari
Indonesian Journal of Educational Development (IJED) Vol. 7 No. 2 (2026): August 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/ijed.v7i2.7036

Abstract

Despite growing interest in integrating local wisdom into teacher education, little research explains how it is institutionalized as an integrated character education ecosystem and how pre-service teachers experience it. This study examines how Gusjigang local wisdom (comprising Gus, Ji, and Gang) is institutionalized as character education for pre-service primary teachers at Universitas Muria Kudus, Indonesia. The study adopted a qualitative phenomenological design to explore participants' lived experiences and the factors influencing character internalization. Data were collected from twelve purposively selected participants through participatory observation, semi-structured interviews, and document analysis, and analyzed using the interactive model. The findings show that Gusjigang operates as an integrated character ecosystem rather than a stand-alone course. Institutional integration in semester learning plans, lecturer role modeling, and peer scaffolding supported internalization. Cultural dissonance among non-local students, uncritical dependence on mobile devices and generative artificial intelligence, and low tolerance for iterative critique constrained the process. The study contributes a context-sensitive conceptual model demonstrating how moral, epistemic, and productive dimensions interact to strengthen future teachers' professional character, extending the theoretical understanding of local wisdom-based character education while informing its implementation in teacher education.