Nurwahidah Nurwahidah
Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Pendidikan Mandalika

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe dan Kualitas Tidur dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Trimester III di Pesisir Pantai Labuhan Haji Lombok Timur Tahun 2025 Srimulti Srimulti; Kaifiatul Hikmah; Nurwahidah Nurwahidah
DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/dikkesh.v2i1.1499

Abstract

Prevalensi Anemia ibu hamil trimester III Yang ada di Puskesmas Labuhan Haji Tahun 2023 sebanyak 53 ibu hamil (6,15%) dan Tahun 2024 sebanyak 48 ibu hamil (5,63%). Disisi lain, cakupan anemia ringan sebesar 65 (7,62%), anemia sedang dan berat 25 (2,93%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan konsumsi tablet fe dan kualitas tidur dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di pesisir pantai labuhan haji Desa Labuhan Haji Lombok Timur tahun 2025. Metode yang digunakan yaitu observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi sebanyak 116 ibu hamil dan sampel sebanyak 54 ibu hamil. Pengambilan sampel dengan metode Simple Random Sampling. Metode analisis menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil analisis variable kepatuhan konsumsi tablet fe menunjukkan nilai p value 0,000 < α = 0,05 dengan kejadian anemia trimester III yang artinya ada hubungan. Selanjutnya hasil analisis kualitas tidur menunjukkan nilai p value 0,485 > α dengan kejadian anemia trimester III yang artinya tidak ada hubungan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan antara kepatuhan konsumsi tablet fe dengan kejadian anemia trimester III, namun tidak ada hubungan antara kualitas tidur dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di Pesisir Pantai Labuhan Haji Desa Labuhan Haji Lombok Timur Tahun 2025. Disarankan kepada puskesmas Labuhan Haji dan kader posyandu untuk meningkatkan kesadaran dan edukasi tentang pentingnya konsumsi tablet Fe dan kualitas tidur yang baik bagi ibu hamil.
Analisis Kebutuhan Petugas Unit Rekam Medis Berdasarkan Metode Workload Indicator Staff Need (WISN) di RSUD Wates Kulon Progo Yogyakarta Aulia Alifariani; Nurwahidah Nurwahidah
DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2026): DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan, Agustus 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/dikkesh.v2i3.1786

Abstract

Perencanaan kebutuhan sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan rumah sakit. Ketidaksesuaian antara jumlah tenaga dan beban kerja dapat memengaruhi kualitas pelayanan, sehingga diperlukan metode yang objektif untuk menentukan kebutuhan tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan tenaga petugas rekam medis di RSUD Wates Kulon Progo menggunakan metode Workload Indicators of Staffing Need (WISN). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan rancangan studi evaluatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, pengukuran waktu kerja, serta telaah dokumen yang meliputi jumlah kunjungan pasien, aktivitas pelayanan, dan data kepegawaian. Analisis dilakukan berdasarkan tahapan metode WISN, yaitu perhitungan waktu kerja tersedia, standar beban kerja, standar kelonggaran, dan kebutuhan tenaga kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu kerja tersedia petugas rekam medis sebesar 2.152 jam per tahun dengan faktor kelonggaran sebesar 0,48. Berdasarkan hasil analisis WISN, kebutuhan ideal tenaga petugas rekam medis di RSUD Wates Kulon Progo adalah sebanyak 29 orang, sedangkan jumlah tenaga yang tersedia saat penelitian sebanyak 39 orang. Temuan ini menunjukkan adanya surplus tenaga sebanyak 10 orang dibandingkan kebutuhan berdasarkan beban kerja aktual. Oleh karena itu, rekomendasi yang diberikan bukan penambahan tenaga kerja, melainkan optimalisasi pemanfaatan sumber daya manusia melalui rotasi, mutasi, atau redistribusi tenaga ke unit lain yang memiliki beban kerja lebih tinggi. Penerapan metode WISN dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pengelolaan sumber daya manusia yang lebih efektif, efisien, dan berbasis beban kerja di rumah sakit.
Hubungan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe dan Kualitas Tidur dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Trimester III di Pesisir Pantai Labuhan Haji Lombok Timur Tahun 2025 Srimulti Srimulti; Kaifiatul Hikmah; Nurwahidah Nurwahidah
DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/dikkesh.v2i1.1499

Abstract

Prevalensi Anemia ibu hamil trimester III Yang ada di Puskesmas Labuhan Haji Tahun 2023 sebanyak 53 ibu hamil (6,15%) dan Tahun 2024 sebanyak 48 ibu hamil (5,63%). Disisi lain, cakupan anemia ringan sebesar 65 (7,62%), anemia sedang dan berat 25 (2,93%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan konsumsi tablet fe dan kualitas tidur dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di pesisir pantai labuhan haji Desa Labuhan Haji Lombok Timur tahun 2025. Metode yang digunakan yaitu observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi sebanyak 116 ibu hamil dan sampel sebanyak 54 ibu hamil. Pengambilan sampel dengan metode Simple Random Sampling. Metode analisis menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil analisis variable kepatuhan konsumsi tablet fe menunjukkan nilai p value 0,000 < α = 0,05 dengan kejadian anemia trimester III yang artinya ada hubungan. Selanjutnya hasil analisis kualitas tidur menunjukkan nilai p value 0,485 > α dengan kejadian anemia trimester III yang artinya tidak ada hubungan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan antara kepatuhan konsumsi tablet fe dengan kejadian anemia trimester III, namun tidak ada hubungan antara kualitas tidur dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di Pesisir Pantai Labuhan Haji Desa Labuhan Haji Lombok Timur Tahun 2025. Disarankan kepada puskesmas Labuhan Haji dan kader posyandu untuk meningkatkan kesadaran dan edukasi tentang pentingnya konsumsi tablet Fe dan kualitas tidur yang baik bagi ibu hamil.
Analisis Kebutuhan Petugas Unit Rekam Medis Berdasarkan Metode Workload Indicator Staff Need (WISN) di RSUD Wates Kulon Progo Yogyakarta Aulia Alifariani; Nurwahidah Nurwahidah
DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2026): DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan, Agustus 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/dikkesh.v2i3.1786

Abstract

Perencanaan kebutuhan sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan rumah sakit. Ketidaksesuaian antara jumlah tenaga dan beban kerja dapat memengaruhi kualitas pelayanan, sehingga diperlukan metode yang objektif untuk menentukan kebutuhan tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan tenaga petugas rekam medis di RSUD Wates Kulon Progo menggunakan metode Workload Indicators of Staffing Need (WISN). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan rancangan studi evaluatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, pengukuran waktu kerja, serta telaah dokumen yang meliputi jumlah kunjungan pasien, aktivitas pelayanan, dan data kepegawaian. Analisis dilakukan berdasarkan tahapan metode WISN, yaitu perhitungan waktu kerja tersedia, standar beban kerja, standar kelonggaran, dan kebutuhan tenaga kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu kerja tersedia petugas rekam medis sebesar 2.152 jam per tahun dengan faktor kelonggaran sebesar 0,48. Berdasarkan hasil analisis WISN, kebutuhan ideal tenaga petugas rekam medis di RSUD Wates Kulon Progo adalah sebanyak 29 orang, sedangkan jumlah tenaga yang tersedia saat penelitian sebanyak 39 orang. Temuan ini menunjukkan adanya surplus tenaga sebanyak 10 orang dibandingkan kebutuhan berdasarkan beban kerja aktual. Oleh karena itu, rekomendasi yang diberikan bukan penambahan tenaga kerja, melainkan optimalisasi pemanfaatan sumber daya manusia melalui rotasi, mutasi, atau redistribusi tenaga ke unit lain yang memiliki beban kerja lebih tinggi. Penerapan metode WISN dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pengelolaan sumber daya manusia yang lebih efektif, efisien, dan berbasis beban kerja di rumah sakit.