Mira Sutari
Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Komunikasi Keluarga terhadap Kekambuhan Pasien Skizofrenia di Wilayah Puskesmas Kota Samarinda Mira Sutari; Mukhripah Damaiyanti; Dwi Rahmah Fitriani
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Vol 6 No 1 (2025): JULI
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/asjn.v6i1.1662

Abstract

Latar Belakang: Penderita skizofrenia sering mengalami delusi, seperti mendengar suara tanpa stimulus eksternal (halusinasi auditori), meyakini diri sebagai Tuhan, menyakiti orang lain, serta menarik diri dari interaksi sosial. Salah satu faktor penting yang memengaruhi kekambuhan adalah komunikasi dalam keluarga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara komunikasi keluarga dan tingkat kekambuhan pada individu dengan skizofrenia. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan metode korelasional deskriptif. Instrumen yang digunakan adalah Family Communication Scale (FCS) versi terjemahan Bahasa Indonesia untuk mengukur komunikasi keluarga, serta Brief Psychiatric Rating Scale (BPRS) versi Bahasa Indonesia untuk mengukur tingkat kekambuhan. Sampel sebanyak 258 responden dipilih dari total populasi 781 pasien skizofrenia di wilayah kerja Puskesmas Kota Samarinda, menggunakan teknik cluster random sampling. Hasil: Hasil analisis statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara komunikasi keluarga dan tingkat kekambuhan pasien skizofrenia, dengan nilai p = 0,000 (< 0,05). Kesimpulan: Komunikasi keluarga berhubungan signifikan dengan kekambuhan pasien skizofrenia. Oleh karena itu, disarankan agar layanan kesehatan di Kota Samarinda membentuk forum dukungan keluarga penderita skizofrenia, misalnya melalui grup media sosial seperti WhatsApp dan penyediaan layanan call center khusus sebagai sarana komunikasi, edukasi, dan dukungan berkelanjutan.