Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of Public Trust Factors in Zakat Distribution Institutions (Case Study at Lazismu North Labuhanbatu) Adly Zidan Harahap; Deni Irawan
Al Mashaadir : Jurnal Ilmu Syariah Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : IAI Ummul Ayman, Meureudu, Pidie Jaya, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52029/jis.v5i2.216

Abstract

As a religion that encompasses various aspects of life, Islam not only touches on the personal dimensions of worship but also on social and economic domains. Zakat represents one of the pillars of Islam with a social character. Every Muslim is obligated to pay zakat on certain assets that are eligible for zakat when these assets reach a specific threshold (nishab) and time period (haul). In Indonesia, there are many legally recognized zakat management organizations that distribute zakat from the community, one of which is the Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sadaqah Muhammadiyah (LAZISMU), which is spread throughout Indonesia. This research employs a qualitative approach using observation and in-depth interviews with administrators and local communities from various professions. The study aims to analyze the factors that influence public trust in LAZISMU in Labuhanbatu Utara, North Sumatra. The results show that there are at least five factors that drive public trust in LAZISMU Labuhanbatu Utara, namely: (1) Data transparency, (2) The prominent reputation of the organization, (3) Ease of paying zakat through LAZISMU, (4) The friendliness of the zakat officers, and (5) Various social contributions of the organization to the community. The implications of this study emphasize the importance of data transparency, the development of technology-based services, zakat officer training, and relevant social programs as strategies to build and maintain public trust. These measures can be implemented by LAZISMU and other zakat institutions to enhance effectiveness and gaining more public trust.
Persepsi Alumni Ma’had Zaadul Ma’ad Palembang tentang Kesiapan Emosional Menghadapi Pernikahan Yusup Gibran Novyaro Kamaseno Kamaseno; Deni Irawan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10784

Abstract

Kesiapan emosional merupakan aspek penting yang harus dimiliki oleh calon pengantin, terutama bagi generasi muda yang menempuh pendidikan di lembaga Islam seperti Ma’had Zaadul Ma’ad Palembang. Meskipun alumni memperoleh bekal ilmu agama yang kuat, tingkat kesiapan emosional mereka dalam menghadapi tantangan rumah tangga masih beragam dan perlu mendapat perhatian serius. Penelitian ini bertujuan untuk menggali persepsi alumni tentang kesiapan emosional sebelum menikah serta menganalisis kesiapan tersebut dari sudut pandang hukum keluarga Islam. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap alumni Ma’had Zaadul Ma’ad.Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi alumni tentang kesiapan emosional meliputi beberapa aspek utama, seperti kemampuan berkomunikasi yang baik, mengelola konflik secara konstruktif, pengendalian emosi, kesabaran, serta pemenuhan hak dan kewajiban sebagai pasangan suami istri. Mereka juga menilai bahwa kedewasaan usia tidak selalu menjadi indikator kesiapan emosional; yang lebih penting adalah kematangan pola pikir, pengalaman hidup, dan kesiapan mental dalam menghadapi berbagai dinamika rumah tangga. Dari perspektif hukum keluarga Islam, kesiapan emosional sangat esensial untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Kesiapan ini juga berkaitan dengan norma-norma hukum Islam dan tujuan maqashid syariah yang meliputi perlindungan terhadap jiwa, akal, keturunan, dan agama.