Sektor distribusi energi memegang peranan krusial yang menuntut efektivitas operasional serta performa optimal karyawan demi menjamin kelancaran pasokan energi nasional. Fluktuasi volume penyaluran bahan bakar minyak beserta kompleksitas tugas pada Terminal Bahan Bakar Minyak rentan memicu eskalasi beban tugas dan tekanan psikis yang berpotensi mengganggu produktivitas kerja staf. Investigasi ilmiah ini didesain guna menguji dampak beban kerja dan stres kerja terhadap kinerja personel di PT Pertamina MOR III TBBM Tasikmalaya. Rancang bangun riset menerapkan ancangan kuantitatif dengan model eksplanatori survei. Dari total populasi sebesar 231 pegawai, diambil sampel sebanyak 147 responden menggunakan formulasi Slovin serta teknik penarikan acak sederhana. Penjaringan data primer mengandalkan kuesioner skala Likert, sementara proses komputasi memanfaatkan analisis regresi linear berganda via IBM SPSS. Hasil analisis membuktikan bahwa beban kerja membawa kontribusi negatif dan signifikan terhadap performa staf. Senada dengan hal tersebut, tekanan psikologis juga terkonfirmasi berpengaruh negatif dan signifikan dalam mendikte capaian hasil kerja. Secara simultan, perpaduan kedua variabel bebas tersebut terbukti mengintervensi mutu kinerja personel secara bermakna. Konklusi ini mempertegas bahwa lonjakan instruksi kerja dan depresi mental yang luput dari mitigasi manajerial akan mendegradasi efisiensi organisasi. Temuan empiris ini memperkaya literatur tata kelola SDM industri energi sekaligus menjadi referensi strategis bagi korporasi dalam merumuskan kebijakan proteksi kesehatan mental. Peneliti masa depan dianjurkan menyisipkan parameter alternatif layaknya dorongan kontribusi dan kenyamanan profesional untuk melahirkan model analisis yang lebih menyeluruh.