Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan perilaku konsumen dalam melakukan pembelian secara online melalui marketplace seperti Shopee. Generasi Z sebagai kelompok yang adaptif terhadap teknologi menjadi segmen dominan dalam aktivitas e-commerce, namun keputusan pembelian mereka dipengaruhi oleh berbagai faktor, khususnya kepercayaan, persepsi keamanan, dan persepsi risiko. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepercayaan, persepsi keamanan, dan persepsi risiko terhadap keputusan pembelian online pada marketplace Shopee dengan objek Generasi Z di Bandar Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen terdiri dari kepercayaan, persepsi keamanan, dan persepsi risiko, sedangkan variabel dependen adalah keputusan pembelian. Analisis data direncanakan menggunakan uji instrumen, uji asumsi klasik, serta regresi linear berganda untuk menguji hubungan antar variabel. Secara teoritis, penelitian ini mengacu pada Consumer Decision Model (CDM) yang menjelaskan proses pengambilan keputusan konsumen, serta diperkuat dengan perspektif Islam yang menekankan prinsip kejujuran, keadilan, transparansi, dan larangan gharar dalam transaksi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian perilaku konsumen digital serta menjadi referensi bagi pelaku e-commerce dalam meningkatkan kepercayaan dan keamanan guna meminimalkan persepsi risiko konsumen. Hasil dari olah data dengan bantuan Smart pls4 menemukan hasil Kepercayaan berpengaruh positif signifikan dengan keputusan pembelian, Persepsi keamanan berpengaruh negatif signifikan terhadap Keputusan pembelian dan Persepsi Resiko berpengaruh positif signifikan terhadap Keputusan Menurut penelitian Prasetyo, Wibowo, dan Arifin (2022), kemudahan penggunaan teknologi pada marketplace berpengaruh positif terhadap minat masyarakat untuk melakukan pembelian secara online karena mampu menghemat waktu, biaya, dan tenaga. Sejalan dengan penelitian tersebut, Ramadhan dan Santoso (2023) menemukan bahwa perkembangan e-commerce telah mengubah perilaku konsumen Indonesia menjadi lebih memilih transaksi digital dibandingkan transaksi konvensional pembelian.