Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perkembangan Sistem Checks and Balances dalam Ketatanegaraan Indonesia Pasca Amandemen UUD NRI Tahun 1945 Yadi Ilhami; Yusdi Rahmadani; Ahmad Syajili
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 9: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i9.19566

Abstract

Perubahan struktur kekuasaan negara melalui empat tahap amandemen UUD NRI Tahun 1945 mengubah secara mendasar relasi antarlembaga negara, dari model supremasi MPR yang bersifat vertikal-hierarkis menjadi model horizontal-fungsional yang mengandalkan prinsip checks and balances. Persoalan ilmiah yang mendasari penelitian ini adalah belum adanya pemetaan yang sistematis atas perkembangan literatur mengenai bagaimana prinsip checks and balances dijalankan, diuji, dan mengalami pergeseran makna dalam praktik ketatanegaraan Indonesia kontemporer, khususnya pasca putusan-putusan Mahkamah Konstitusi yang kontroversial pada periode 2023–2025. Penelitian ini bertujuan memetakan dan mensintesis temuan-temuan akademik mengenai dinamika checks and balances antarcabang kekuasaan eksekutif, legislatif, dan yudikatif pasca amandemen, serta mengidentifikasi pola, kesenjangan, dan arah perkembangan kajian tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan menelusuri dan menyeleksi artikel jurnal terindeks nasional dan internasional yang terbit dalam rentang tahun 2016–2026, kemudian dianalisis secara tematik melalui tahapan identifikasi, skrining, kelayakan, dan sintesis kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun desain konstitusional pasca amandemen telah meletakkan kedudukan lembaga negara secara sejajar dan saling mengawasi, dalam praktiknya keseimbangan tersebut masih timpang, terutama pada relasi DPR–Presiden yang cenderung executive heavy serta pada perluasan peran Mahkamah Konstitusi yang bergeser dari negative legislator menuju kecenderungan positive legislator. Penelitian ini berkontribusi secara teoretis dengan memperkaya pemetaan literatur trias politica modifikasi Indonesia, dan secara praktis memberi masukan bagi penguatan desain kelembagaan checks and balances ke depan.
PENEGAKAN KEADILAN RESTORATIF MELALUI DIVERSI DALAM SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK: ANALISIS NORMATIF TERHADAP IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2012 Yadi Ilhami
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 2 (2026): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, February 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v3i2.2414

Abstract

This study aims to analyze the normative construction and implementation of restorative justice through diversion mechanisms within the juvenile criminal justice system under Law Number Eleven of Two Thousand Twelve. The research focuses on examining the consistency of diversion regulations and their effectiveness in realizing a restorative paradigm for children in conflict with the law. This research employs a normative juridical method using statutory and conceptual approaches through the examination of relevant primary and secondary legal materials. The findings indicate that, normatively, diversion provisions have progressively adopted restorative justice principles; however, regulatory limitations and inconsistencies remain that potentially hinder optimal implementation. Structural and legal cultural factors also influence the effectiveness of diversion in practice. The study concludes that strengthening regulatory design, enhancing institutional capacity, and internalizing restorative principles in law enforcement practices are essential to ensure that the juvenile justice system genuinely prioritizes protection and substantive restoration.