Erik Nofriwandi
Universitas Negeri Medan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENCIPTAAN PERAN ORANG TUA PADA LAKON BULAN BUJUR SANGKAR Erik Nofriwandi
Creativity And Research Theatre Journal Vol 1, No 2 (2019): Creativity And Research Theatre Journal (CARTJ)
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/cartj.v1i2.943

Abstract

perancangan peran tokoh Orang Tua Naskah Bulan Bujur Sangkar karya Iwan Simatupang. Lakon Bulan Bujur Sangkar tersusun dari dialektika terhadap makna kehidupan berdasarkan filsafat eksistensialisme yang dipahami oleh Iwan Simatupang. Pengkarya menggunakan metode akting dari Verfremdungseffekt  atau  yang biasa disebut efek alienasi  berisikan titik balik objek  yang  seseorang  harus  menyadari  dari  sesuatu  yang  biasa,  akrab, diperoleh  langsung,  kepada  sesuatu  yang  khusus,  menggetarkan  dan  tak terduga.Penyaji memberikan teror yang ditujukan kepada penonton dengan sentuhan dari berbagai aspek artistik yang meliputi : set, properti, pencahayaan dan musik di atas panggung. Posisi aktor dalam mencapai Alienasi berupa pembentukan jarak atau garis demarkasi antara teks dan akting, bahwa teks tidak diimpelementasikan dalam kesadaran bentuk yang natural atau realis, namun implementasi dari motif tersebut mewujud sebagai gerak atau laku yang tidak sinkron atau tidak realis.
Proses Kreatif Penciptaan Pantomime “Kawan Lama” Melalui Penelitian Berbasis Refleksi Artistik Erik Nofriwandi; Lanang Riyadi
Creativity And Research Theatre Journal Vol 7, No 2 (2025): Creativity And Research Theatre Journal (CARTJ)
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/cartj.v7i2.5853

Abstract

Penelitian ini membahas proses kreatif penciptaan karya pantomim Kawan Lama yang mengangkat tema persahabatan, keterbatasan fisik, dan nilai kemanusiaan melalui pendekatan non-verbal. Tujuan penelitian ini adalah merefleksikan tahapan kreatif secara mendalam berdasarkan model Wallas yang mencakup Preparation, Incubation, Illumination, dan Verification. Menggunakan metode refleksi artistik dalam kerangka praktik berbasis riset, peneliti sekaligus pencipta karya menelusuri pengalaman tubuh, intuisi sosial, dan respon performatif dari dua performer siswa sekolah menengah di Kota Bukittinggi. Temuan menunjukkan bahwa model Wallas efektif sebagai alat navigasi dalam proses kreatif pertunjukan, dengan penekanan pada pencerahan emosional dan pengorbanan yang tak terduga sebagai elemen dramatik utama. Pantomim terbukti mampu menyampaikan pesan mendalam tanpa kata, dan pendekatan reflektif ini menawarkan kontribusi penting bagi praktik penciptaan seni yang berpijak pada pengalaman empatik dan makna sosial. Penelitian ini mendorong penguatan metode reflektif dalam pendidikan seni pertunjukan dan membuka ruang bagi pengembangan narasi tubuh yang humanistik