Muhammad Rico
Pendidikan Sejarah, FKIP, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EKSPLORASI MEKANISME BAPIDARA SEBAGAI ETNOMEDISIN PADA MASYARAKAT GANG CENDRAWASIH KOTA BANJARMASIN Muhammad Rico; Dewicca Fatma Nadilla
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia) Vol 9, No 1 (2024): VOLUME 9 NUMBER 1 JANUARI 2024
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpipsi.v9i1.5156

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk menguraikan Eksplorasi Mekanisme Bapidara Sebagai Etnomedisin Masyarakat Gang Cendrawasih, Kelurahan Kelayan Dalam, Kota Banjarmasin. Bapidara merupakan salah satu teknik pengobatan tradisional yang berasal dari Masyarakat Banjar Provinsi Kalimantan Selatan, sedangkan nama penyakitnya adalah kapidaraan. Bapidara mulanya berasal dari tradisi pengobatan masyarakat Dayak Meratus, namun tradisi ini sudah mendapat pengaruh agama islam. Kapidaraan adalah sejenis penyakit yang tidak dapat dideteksi oleh dokter namun memiliki obat dengan cara bapidara. Bahan yang digunakan dalam pengobatan Kapidaraan adalah tumbuhan herbal yang tumbuh di Kalimantan. Biasanya dioleskan pada bagian ubun-ubun, telapak tangan, daerah ulu hati dan telapak kaki yang diiringi dengan pembacaan ayat-ayat Al-Quran, agar makhluk gaib tidak lagi mengganggu pasien. Adapun metode penelitian ini yaitu metode kualitatif yang dijabarkan secara deskriptif. Data dikumpulkan dari observasi dan wawancara mendalam. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik snowball sampling. Adapun teknik analisis data meliputi pengumpulan data yang sesuai dengan penelitian, kemudian data yang diperoleh di reduksi dan dikategorikan lagi data tersebut, setelah itu data disajikan dan diperoleh langkah terakhir dari Hasil penelitian yang menunjukkan dalam menghadapi fenomena ini Masyarakat Gang Cendrawasih juga menggunakan pikirannya lebih rasional. Akan tetapi Masyarakat Gang Cendrawasih yang secara rentang budaya sangat jauh dengan praktik animisme dan dinamisme serta segala sesuatu yang bersifat irrasional, sehingga Masyarakat Gang Cendrawasih kurang mempercayai praktik ini, praktik bapidara tetap harus kita jaga dan lestarikan bersama karena merupakan salah satu warisan budaya lokal Kalimantan agar anak, cucu juga menggetahui pengobatan tradisional bapidara yang terkandung nilai-nilai sosial, budaya, agama.