Zaenal Abidin
Sekolah Pascasarjana, Universitas Kuningan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS BIBLIOMETRIK : PENERAPAN PEMBELAJARAN MENDALAM DAN PENGARUHNYA TERHADAP BERPIKIR KRITIS SISWA Windu Kusmawati; Zaenal Abidin
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.13610

Abstract

21st-century education demands a paradigm shift toward developing higher-order cognitive skills, with critical thinking skills being one of the most crucial competencies. To stimulate this ability, current literature highly emphasizes the importance of a deep learning approach. This study aims to map the scientific publication trends regarding the implementation of deep learning and its relationship with students' critical thinking skills using bibliometric analysis. Data were retrieved from the Google Scholar database using Harzing’s Publish or Perish (PoP) application within the 2024–2026 period, yielding a sample of 15 academic documents. The dataset was then analyzed and visualized using VOSviewer software to map the co-authorship networks and keyword co-occurrences. The quantitative analysis results show dynamic growth in literature, with a significant spike in publications occurring in 2025, reaching 73.33% of the total documents. This surge was a direct impact of national curriculum policy interventions in Indonesia regarding the planned implementation of this approach. The co-authorship network analysis reveals a balanced collaboration with a relatively uniform intensity of contribution among four main authors. Meanwhile, the density-based keyword co-occurrence analysis highlights that the terms "critical thinking" and "deep learning" occupy the main epicentral zone, being the most densely explored by researchers. The overlay temporal map proves a conceptual evolution from the introduction of basic global theories (deep learning) shifting toward testing critical thinking abilities, culminating in the multidimensional integration of "critical and creative thinking" as an emerging trend. The findings of this study provide strategic implications for academics to direct future research focus toward secondary areas that are still rarely published to enrich scientific novelty. ABSTRAK Pendidikan abad ke-21 menuntut pergeseran paradigma menuju pengembangan keterampilan kognitif tingkat tinggi, dengan keterampilan berpikir kritis sebagai salah satu kompetensi yang paling krusial. Untuk menstimulus kemampuan tersebut, literatur terkini sangat menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran mendalam atau deep learning. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tren publikasi ilmiah mengenai penerapan pembelajaran mendalam dan hubungannya dengan kemampuan berpikir kritis siswa melalui analisis bibliometrik. Data diperoleh dari database Google Scholar berbantuan aplikasi Harzing’s Publish or Perish (PoP) dalam rentang tahun 2024 hingga 2026, menghasilkan sampel sebanyak 15 dokumen akademik. Dataset tersebut kemudian dianalisis dan divisualisasikan menggunakan software VOSviewer untuk memetakan jaringan kolaborasi penulis (co-authorship) dan kemunculan bersama kata kunci (keyword co-occurrence). Hasil analisis kuantitatif menunjukkan pertumbuhan literatur yang dinamis dengan lonjakan publikasi signifikan terjadi pada tahun 2025 yang mencapai 73,33% dari total dokumen. Lonjakan ini merupakan dampak langsung dari intervensi kebijakan kurikulum nasional di Indonesia terkait rencana implementasi pendekatan tersebut. Analisis jaringan kolaborasi mengungkapkan adanya hubungan kerja sama yang seimbang dengan intensitas kontribusi yang relatif seragam di antara empat penulis utama. Sementara itu, analisis ko-okurensi kata kunci berbasis peta kepadatan (density) menyoroti bahwa istilah "berpikir kritis" dan "pembelajaran mendalam" menduduki zona episentrum utama yang paling padat dieksplorasi oleh para peneliti. Peta temporal (overlay) membuktikan terjadinya evolusi konseptual dari pengenalan teoretis dasar (deep learning) bergeser pada pengujian kemampuan berpikir kritis, hingga memuncak pada integrasi multidimensi berupa kompetensi "berpikir kritis dan kreatif" sebagai tren mutakhir (emerging trend). Hasil penelitian ini berimplikasi strategis bagi akademisi untuk mengarahkan fokus riset selanjutnya ke wilayah sekunder yang masih jarang dipublikasikan guna memperkaya kebaruan ilmiah.