ABSTRACT One important aspect of language proficiency is writing skill. Writing enables students to express their ideas, opinions, and thoughts clearly through written texts. This study aims to analyze errors in the use of the Indonesian language found in students' narrative essays. A descriptive research method was employed in this study. The data were collected from 55 narrative essays produced through a writing test. The analysis was based on the theory of language errors classified according to linguistic factors, with a focus on morphological and lexical errors. The findings reveal the presence of both morphological and lexical errors in students' essays. Morphological errors include incorrect use of affixes (prefixes, suffixes, and confixes), reduplication errors (both base-word and affixed-word reduplication), preposition errors (e.g., di and ke), and spelling or writing errors. Lexical errors involve inappropriate selection and use of Indonesian vocabulary as well as interference from regional languages, particularly Besemah, Palembang, and Javanese. The study further indicates that these errors are primarily caused by students’ lack of carefulness in writing and the influence of their regional language backgrounds. ABSTRAK Salah satu aspek penting dari kemahiran berbahasa adalah keterampilan menulis. Menulis memungkinkan siswa untuk mengekspresikan ide, pendapat, dan pemikiran mereka dengan jelas melalui teks tertulis. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan dalam penggunaan bahasa Indonesia yang ditemukan dalam esai naratif siswa. Metode penelitian deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan dari 55 esai naratif yang dihasilkan melalui tes menulis. Analisis didasarkan pada teori kesalahan bahasa yang diklasifikasikan menurut faktor linguistik, dengan fokus pada kesalahan morfologis dan leksikal. Temuan menunjukkan adanya kesalahan morfologis dan leksikal dalam esai siswa. Kesalahan morfologis meliputi penggunaan imbuhan yang salah (awalan, akhiran, dan konfiks), kesalahan reduplikasi (baik reduplikasi kata dasar maupun kata berimbuhan), kesalahan preposisi (misalnya, di dan ke), dan kesalahan ejaan atau penulisan. Kesalahan leksikal melibatkan pemilihan dan penggunaan kosakata bahasa Indonesia yang tidak tepat serta interferensi dari bahasa daerah, khususnya Besemah, Palembang, dan Jawa. Studi ini lebih lanjut menunjukkan bahwa kesalahan-kesalahan ini terutama disebabkan oleh kurangnya ketelitian siswa dalam menulis dan pengaruh latar belakang bahasa daerah mereka.