Polusi udara menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang berdampak terhadap kesehatan manusia, terutama pada kawasan dengan aktivitas kendaraan, perdagangan, dan aktivitas pembakaran yang tinggi. Pasar Teratai di Jalan Komodor Yos Sudarso, Kota Pontianak, merupakan salah satu area yang berpotensi mengalami peningkatan polusi udara akibat emisi kendaraan bermotor, asap rokok, dan debu dari aktivitas sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun prototipe alat pendeteksi kadar polusi udara berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan sensor MQ-2 untuk mendeteksi asap/gas dan sensor Sharp GP2Y1014AU0F untuk mendeteksi kepekatan debu dengan NodeMCU ESP8266 sebagai pengendali utama serta sistem notifikasi melalui aplikasi Telegram. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian terapan dengan tahapan identifikasi masalah, pengumpulan data melalui studi literatur, wawancara, observasi, dan kuesioner, perancangan sistem, implementasi perangkat, serta pengujian sensor dan komunikasi IoT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prototipe mampu melakukan pendeteksian kadar asap/gas dan debu secara real-time, memberikan indikator visual melalui LED, serta mengirimkan notifikasi otomatis melalui Telegram ketika nilai pengukuran melewati ambang batas yang ditentukan. Pengujian menunjukkan bahwa sensor MQ-2 dan Sharp GP2Y1014AU0F dapat merespons berbagai sumber polutan, meskipun terdapat variasi pembacaan akibat karakteristik sumber asap, kondisi lingkungan, dan keterbatasan proses kalibrasi sensor. Implementasi di Pasar Teratai menunjukkan bahwa alat mampu memonitor perubahan kualitas udara secara langsung. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan sistem monitoring polusi udara berbasis IoT yang praktis, namun masih diperlukan pengembangan lanjutan melalui peningkatan akurasi sensor dan proses kalibrasi agar dapat diterapkan pada skala yang lebih luas.