Seiring berkembangnya persaingan industri makanan instan, perusahaan dituntut untuk mampu menciptakan strategi pemasaran yang efektif guna menarik perhatian konsumen. Salah satu strategi yang memiliki peran penting adalah desain kemasan produk. Kemasan tidak hanya berfungsi sebagai pelindung produk, tetapi juga sebagai media komunikasi visual yang mampu menyampaikan identitas merek, membangun citra produk, serta memengaruhi minat beli konsumen. Penelitian ini berfokus pada pengaruh desain kemasan Intermie Goreng mi instan terhadap minat beli konsumen pada warga Dusun Krajan Kidul RT/RW 002/005 Desa Yosorati Kecamatan Sumberbaru Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian survei. Populasi berjumlah 93 orang dan seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan bantuan aplikasi IBM SPSS Statistics 25 melalui uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, analisis regresi linear sederhana, uji t, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain kemasan Intermie Goreng mi instan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen dengan persamaan regresi Y = 4,475 + 0,853X. Hasil uji t menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan t hitung (14,438) > t tabel (1,986), sehingga Ha diterima. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,696 yang berarti desain kemasan berkontribusi sebesar 69,6% terhadap minat beli konsumen, sedangkan 30,4% sisanya dipengaruhi faktor lain. Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa desain kemasan Intermie Goreng berperan dominan dalam membentuk minat beli konsumen. Oleh karena itu, perusahaan perlu terus meningkatkan kualitas kemasan, terutama pada kejelasan informasi dan penempatan tanggal kadaluwarsa, guna mempertahankan daya saing produk di pasar.