Nabila Yolanda Karin
Universitas Tarumanagara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Kepuasan Kerja, Stres Kerja, dan Burnout terhadap Turnover Intention Karyawan Ritel Fashion di Jakarta Nabila Yolanda Karin; Edalmen Edalmen
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan Vol. 8 No. 3 (2026): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmk.v8i3.38150

Abstract

Industri ritel fashion di Jakarta menghadapi tantangan tingginya tingkat turnover intention karyawan, yang berdampak signifikan terhadap produktivitas dan biaya operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepuasan kerja, stres kerja, dan burnout terhadap turnover intention karyawan ritel fashion di Jakarta. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan metode survei melalui kuesioner online yang disebarkan kepada 250 karyawan ritel fashion di Jakarta yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) dengan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kerja dan burnout berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention. Sementara itu, kepuasan kerja berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap turnover intention. Temuan ini menggarisbawahi bahwa dalam konteks ritel fashion di Jakarta yang dinamis dan penuh tekanan, upaya retensi karyawan perlu lebih difokuskan pada pengelolaan stres kerja dan pencegahan burnout melalui penyesuaian beban kerja, pemberian dukungan psikologis, serta penciptaan lingkungan kerja yang lebih sehat, ketimbang sekadar meningkatkan kepuasan kerja. The fashion retail industry in Jakarta faces the challenge of high employee turnover intention, which significantly impacts productivity and operational costs. This study aims to analyze the influence of job satisfaction, job stress, and burnout on turnover intention of fashion retail employees in Jakarta. A quantitative approach was used with a survey method through an online questionnaire distributed to 250 fashion retail employees in Jakarta selected using a purposive sampling technique. Data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) based on Partial Least Squares (PLS) with SmartPLS 4 software. The results showed that job stress and burnout had a positive and significant effect on turnover intention. Meanwhile, job satisfaction had a negative but insignificant effect on turnover intention. These findings emphasize that in the dynamic and stressful context of fashion retail in Jakarta, employee retention efforts need to be more focused on managing work stress and preventing burnout through adjusting workloads, providing psychological support, and creating a healthier work environment, rather than simply increasing job satisfaction.