Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Framing Uang Palsu UIN Alauddin Makassar di Media Online Detik.com Periode Desember 2024 Andi Nurul Amalia Arif; Ferdi Rivaldi; M Ichsan Anugrah Utomo; Muh. Imam Takbir; Rahmatsyah Putra
Journal of Communication Sciences (JCoS) Vol. 7 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Departement of Communication Sciences, Faculty of Social and Political Sciences, UIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55638/jcos.v7i1.1566

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi framing berita uang palsu UIN Makassar oleh detik.com dimana framing tersebut akan dianalisis dengan menggunakan pendekatan analisis framing Robert Entman. Sebanyak 20 isi berita dianalisis sejak tanggal 19 Desember sampai dengan 31 Desember dengan cara tabulasi silang untuk menganalisis bagaimana detik.com mengidentifikasi masalah, mengidentifikasi penyebab, membuat penilaian moral, dan merekomendasikan tindakan untuk menyelesaikan masalah. Hasil penelitian ini disajikan dalam 4 skema analisis framing Robert Entman, dimulai dengan 1) Mengidentifikasi masalah yaitu bagaimana detik.com menguraikan masalah yang terjadi, Detik.com menyajikan informasi terkait dengan penyelidikan dan pemeriksaan kasus uang palsu yang sedang terjadi di UIN Alauddin Makassar; 2) Mendiagnosis masalah yaitu bagaimana Detik.com mengidentifikasi apa yang menyebabkan masalah tersebut terjadi, dan penyajian Detik.com cukup komprehensif untuk membahas penyebab dari kejadian ini; 3) Memberikan penilaian moral, yaitu bagaimana Detik.com mengemas mana yang benar dan mana yang salah dalam peristiwa ini, serta menggunakan tata bahasa yang cukup berani untuk menyebut pihak-pihak yang terlibat dalam peristiwa ini; 4) Rekomendasi solusi dari Detik.com untuk menangani peristiwa yang sangat merugikan masyarakat dan negara ini.
Pengaruh Podcast Islami dalam Meningkatkan Minat Ibadah Gen Z di Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep Muh. Imam Takbir; Rahmah Fitriana
Journal Proxemics Vol. 3 No. 1 (2026): Proxemics Vol 3 No 1
Publisher : Communication Sciences Study Program, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55638/jprox.v3i1.592

Abstract

Penelitian ini berangkat dari perkembangan podcast Islami sebagai media dakwah digital yang semakin dekat dengan kehidupan Generasi Z. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh intensitas mendengarkan dan frekuensi mengakses podcast Islami terhadap minat ibadah Gen Z di Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data diperoleh melalui kuesioner tertutup berskala Likert kepada responden Generasi Z yang pernah mendengarkan podcast Islami. Dari 125 respons yang masuk, sebanyak 125 respons dinyatakan valid untuk dianalisis setelah melalui proses penyaringan berdasarkan kriteria penelitian. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas mendengarkan podcast Islami berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 3,79, frekuensi mengakses berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 3,68, sedangkan minat ibadah Gen Z berada pada kategori sangat tinggi dengan nilai rata-rata 4,34. Hasil regresi linear berganda menunjukkan bahwa intensitas mendengarkan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat ibadah Gen Z dengan koefisien 0,422, nilai t sebesar 2,925, dan signifikansi 0,004. Sementara itu, frekuensi mengakses memiliki koefisien positif 0,195, tetapi tidak berpengaruh signifikan secara parsial karena nilai signifikansi 0,153. Secara simultan, intensitas mendengarkan dan frekuensi mengakses podcast Islami berpengaruh signifikan terhadap minat ibadah Gen Z dengan nilai F sebesar 51,033, signifikansi <0,001, dan koefisien determinasi 0,472. Dengan demikian, podcast Islami memiliki peran positif sebagai media dakwah digital bagi Gen Z, tetapi peningkatan minat ibadah lebih ditentukan oleh kedalaman keterlibatan pendengar dalam menyimak pesan dakwah daripada sekadar frekuensi akses terhadap media tersebut.