Angka Partisipasi Sekolah (APS) merupakan indikator penting dalam menilai keberhasilan pembangunan pendidikan, khususnya pada jenjang menengah atas yang masih menunjukkan kesenjangan antarwilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi APS Sekolah Menengah Atas (SMA) di Provinsi Bali serta menyusun peramalan APS hingga tahun 2030 sebagai dasar perumusan kebijakan pendidikan berbasis data. Data yang digunakan berupa data panel kabupaten/kota di Provinsi Bali periode 2010–2023 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik. Metode analisis meliputi estimasi model panel data dengan pendekatan Fixed Effects untuk mengidentifikasi faktor determinan APS, serta peramalan menggunakan model Autoregressive Integrated Moving Average with Exogenous Variables (ARIMAX). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita berpengaruh positif dan signifikan terhadap APS SMA, sementara jumlah sekolah dan tingkat kemiskinan tidak signifikan secara statistik. Hasil peramalan menunjukkan bahwa APS SMA di Provinsi Bali diproyeksikan meningkat secara bertahap dari 85,7 persen pada tahun 2024 menjadi 87,3 persen pada tahun 2030, meskipun disparitas antar kabupaten/kota masih terlihat. Evaluasi akurasi model menunjukkan bahwa ARIMAX memiliki kinerja baik di sebagian besar wilayah dengan nilai MAPE di bawah 5 persen, namun akurasinya relatif rendah di wilayah dengan dinamika sosial-ekonomi tinggi. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan ekonomi daerah sebagai strategi utama dalam meningkatkan partisipasi pendidikan menengah atas di Bali.