Rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematika siswa menunjukkan perlunya pembelajaran yang dapat melibatkan siswa secara aktif dalam memahami konsep. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa antara kelas yang menggunakan model pembelajaran problem based learning (PBL) berbantuan wordwall dan kelas yang menggunakan pembelajaran yang diterapkan oleh sekolah, mengetahui besarnya pengaruh PBL berbantuan wordwall, serta mengetahui aktivitas belajar siswa selama pembelajaran. Penelitian ini mengkaji penerapan PBL berbantuan wordwall dengan fokus pada kemampuan pemahaman konsep matematika dan aktivitas belajar siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain nonequivalent posttest-only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV SDN 27 SingkawaRendahnya kemampuan pemahaman konsep matematika siswa menunjukkan perlunya pembelajaran yang dapat melibatkan siswa secara aktif dalam memahami konsep. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa antara kelas yang menggunakan model pembelajaran problem based learning (PBL) berbantuan wordwall dan kelas yang menggunakan pembelajaran yang diterapkan oleh sekolah, mengetahui besarnya pengaruh PBL berbantuan wordwall, serta mengetahui aktivitas belajar siswa selama pembelajaran. Penelitian ini mengkaji penerapan PBL berbantuan wordwall dengan fokus pada kemampuan pemahaman konsep matematika dan aktivitas belajar siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain nonequivalent posttest-only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV SDN 27 Singkawang, sekaligus dijadikan sampel penelitian. Instrumen yang digunakan berupa tes uraian kemampuan pemahaman konsep matematika dan lembar observasi aktivitas belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan pemahaman konsep matematika siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, yang dibuktikan dengan hasil uji t > = 17,17 > 2,023 artinya diterima dan ditolak. Selain itu, hasil uji effect size sebesar 5,36 menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan Wordwall berpengaruh tinggi terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa. Aktivitas belajar siswa selama mengikuti pembelajaran juga tergolong tinggi dengan persentase sebesar 71,3%.ng, sekaligus dijadikan sampel penelitian. Instrumen yang digunakan berupa tes uraian kemampuan pemahaman konsep matematika dan lembar observasi aktivitas belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan pemahaman konsep matematika siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, yang dibuktikan dengan hasil uji t > = 17,17 > 2,023 artinya diterima dan ditolak. Selain itu, hasil uji effect size sebesar 5,36 menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan Wordwall berpengaruh tinggi terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa. Aktivitas belajar siswa selama mengikuti pembelajaran juga tergolong tinggi dengan persentase sebesar 71,3%.