Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA SELF ESTEEM DENGAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA KELAS V SD Dahlia Delia; Rika Wahyuni; Rien Anitra
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 15 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v15i2.6446

Abstract

Abstrak. Kemampuan pemahaman konsep matematis merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran matematika karena berperan dalam membantu siswa memahami, menghubungkan, dan menerapkan konsep matematika dalam berbagai situasi. Faktor afektif seperti self esteem diduga memiliki keterkaitan dengan kemampuan tersebut, khususnya pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self esteem dengan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas V SD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V SDS Torsina III Singkawang, dengan sampel penelitian sebanyak 29 siswa kelas VB yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket self esteem dan tes kemampuan pemahaman konsep matematis pada materi sudut. Analisis data menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self esteem siswa berada pada kategori tinggi dengan rata-rata sebesar 0,66, sedangkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa berada pada kategori tinggi dengan rata-rata sebesar 73,5. Hasil analisis korelasi menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara self esteem dengan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,60, nilai  sebesar 3,89 lebih besar daripada sebesar 2,052, serta koefisien determinasi sebesar 0,36. Kebaruan penelitian ini terletak pada kajian hubungan aspek afektif dan kemampuan kognitif matematis siswa sekolah dasar pada materi sudut. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi guru dalam menciptakan pembelajaran matematika yang tidak hanya berfokus pada kemampuan kognitif, tetapi juga memperhatikan pengembangan self esteem siswa untuk mendukung pemahaman konsep matematis secara optimal.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) BERBANTUAN LKPD BERBASIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN NUMERASI SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Rinta Damayanti; Rien Anitra; Zulfahita Zulfahita
Primary Education Journals (Jurnal Ke-SD-An) Vol 6 No 2 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/primed.v6i2.9359

Abstract

Salah satu model pembelajaran yang menarik dan mampu mempengaruhi kemampuan numerasi siswa adalah model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) berbantuan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis masalah terhadap kemampuan numerasi siswa kelas V SDN 27 Singkawang, (2) besar pengaruh model pembelajaran tersebut terhadap kemampuan numerasi siswa, serta (3) ketercapaian Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) kemampuan numerasi siswa setelah diterapkan model pembelajaran CTL berbantuan LKPD berbasis masalah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan desain post-test only. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V SDN 27 Singkawang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh. Uji prasyarat meliputi uji normalitas dan uji homogenitas varians. Pengujian hipotesis pertama menggunakan Independent Sample t-test, hipotesis kedua menggunakan effect size, dan hipotesis ketiga menggunakan one sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh signifikan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) berbantuan LKPD berbasis masalah terhadap kemampuan numerasi siswa kelas V SDN 27 Singkawang, karena hasil uji statistik menunjukkan nilai Sig. = 0,006 < 0,05, maka H₀ ditolak dan Hₐ diterima; (2) besar pengaruh yang dihasilkan berada pada kategori tinggi, dengan nilai effect size (Cohen’s d) sebesar  1,824; dan (3) kemampuan numerasi siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan model CTL berbantuan LKPD berbasis masalah memiliki rata-rata nilai 82,1, yang berarti lebih tinggi dari KKTP 60. Secara statistik terbukti telah melampaui batas ketuntasan yang ditetapkan sekolah.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Wordwall Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Siswa Kelas IV SDN 27 Singkawang Dinda Rizky Nurhidayah; Nindy Citroresmi Prihatiningtyas; Rien Anitra
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 15 No. 3 (2026): September 2026 (on progress)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v15i3.7019

Abstract

Rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematika siswa menunjukkan perlunya pembelajaran yang dapat melibatkan siswa secara aktif dalam memahami konsep. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa antara kelas yang menggunakan model pembelajaran problem based learning (PBL) berbantuan wordwall dan kelas yang menggunakan pembelajaran yang diterapkan oleh sekolah, mengetahui besarnya pengaruh PBL berbantuan wordwall, serta mengetahui aktivitas belajar siswa selama pembelajaran. Penelitian ini mengkaji penerapan PBL berbantuan wordwall dengan fokus pada kemampuan pemahaman konsep matematika dan aktivitas belajar siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain nonequivalent posttest-only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV SDN 27 SingkawaRendahnya kemampuan pemahaman konsep matematika siswa menunjukkan perlunya pembelajaran yang dapat melibatkan siswa secara aktif dalam memahami konsep. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa antara kelas yang menggunakan model pembelajaran problem based learning (PBL) berbantuan wordwall dan kelas yang menggunakan pembelajaran yang diterapkan oleh sekolah, mengetahui besarnya pengaruh PBL berbantuan wordwall, serta mengetahui aktivitas belajar siswa selama pembelajaran. Penelitian ini mengkaji penerapan PBL berbantuan wordwall dengan fokus pada kemampuan pemahaman konsep matematika dan aktivitas belajar siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain nonequivalent posttest-only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV SDN 27 Singkawang, sekaligus dijadikan sampel penelitian. Instrumen yang digunakan berupa tes uraian kemampuan pemahaman konsep matematika dan lembar observasi aktivitas belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan pemahaman konsep matematika siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, yang dibuktikan dengan hasil uji t  >  = 17,17 > 2,023 artinya  diterima dan  ditolak. Selain itu, hasil uji effect size sebesar 5,36 menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan Wordwall berpengaruh tinggi terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa. Aktivitas belajar siswa selama mengikuti pembelajaran juga tergolong tinggi dengan persentase sebesar 71,3%.ng, sekaligus dijadikan sampel penelitian. Instrumen yang digunakan berupa tes uraian kemampuan pemahaman konsep matematika dan lembar observasi aktivitas belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan pemahaman konsep matematika siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, yang dibuktikan dengan hasil uji t  >  = 17,17 > 2,023 artinya  diterima dan  ditolak. Selain itu, hasil uji effect size sebesar 5,36 menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan Wordwall berpengaruh tinggi terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa. Aktivitas belajar siswa selama mengikuti pembelajaran juga tergolong tinggi dengan persentase sebesar 71,3%.