Pengobatan tradisional berbasis kearifan lokal memiliki peran penting sebagai sumber pengetahuan etnokimia yang relevan untuk dikaji secara ilmiah dan diintegrasikan dalam pembelajaran. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan jenis tanaman yang digunakan untuk mengobati gatel berdasarkan lontar Usada Rare, kandungan kimia masing-masing tanaman obat gatel berdasarkan lontar Usada Rare, serta pengintegrasiannya ke dalam pembelajaran farmakognosi di SMK Farmasi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah transkrip lontar Usada Rare, balian usada, artikel, buku dan jurnal ilmiah serta silabus farmakognosi. Objek penelitiannya adalah jenis tanaman untuk mengobati gatel dalam lontar Usada Rare, kandungan kimia masing-masing tanaman obat, serta indikator kompetensi dasar, materi ajar, dan potensi integrasi etnokimia. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumen, wawancara, dan observasi. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua puluh tiga jenis tanaman obat yang dapat dijadikan sebagai bahan obat gatel yang meliputi daun sirih, bawang putih, kemiri, cendana, sembung, ketepeng, daun gatal, kelapa, belimbing wuluh, kirinyuh, adas, cemcem, dadap, pepaya, pepe, jahe, buah pinang, bawang merah, juwet, jeruk limau, pegagan, kamboja, dan lengkuas. Kandungan kimia dalam tanaman obat gatel yaitu senyawa alkaloid, flavonoid, steroid, fenolik, polifenol, terpenoid, kumarin, saponin, tanin, dan glikosida yang bermanfaat untuk mengobati iritasi, peradangan pada kulit, dan mempercepat pemulihan bekas luka. Pengetahuan etnokimia tersebut dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran farmakognosi di SMK Farmasi. Hasil penelitian ini berimplikasi pada pembelajaran farmakognosi berbasis kearifan lokal.