Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap hubungan antara persepsi guru mengenai budaya positif sekolah dengan motivasi kerja mereka pada Sekolah Luar Biasa (SLB) di bawah Dinas Pendidikan Aceh. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan melibatkan 362 guru sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert yang memuat 18 butir pernyataan untuk variabel budaya positif dan 21 butir untuk variabel motivasi kerja. Instrumen penelitian telah teruji validitas dan reliabilitasnya dengan hasil yang memadai. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson, regresi linear sederhana, serta analisis faktor eksploratori (EFA) pada variabel X untuk melihat struktur konstruk budaya positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menilai budaya positif sekolah berada pada kategori tinggi, yang tercermin dalam adanya kepemimpinan partisipatif, kerja sama yang solid, dan sistem evaluasi yang bersifat konstruktif. Motivasi kerja guru juga tergolong tinggi, baik pada aspek intrinsik maupun ekstrinsik. Uji korelasi menghasilkan nilai r = 0,843 dengan signifikansi 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat hubungan yang sangat kuat antara kedua variabel. Uji regresi memperlihatkan bahwa budaya positif mampu menjelaskan 71% variasi motivasi kerja guru. Analisis faktor menunjukkan bahwa budaya positif terdiri atas tiga dimensi utama, sementara motivasi kerja juga terbagi ke dalam tiga dimensi. Hasil ini menegaskan bahwa budaya sekolah yang sehat, inklusif, dan partisipatif merupakan kunci penting dalam meningkatkan motivasi kerja guru SLB.