Kondisi literasi numerasi peserta didik Indonesia masih tergolong rendah, sebagaimana tercermin dari hasil PISA 2022, yang sebagian besar disebabkan oleh pembelajaran matematika yang masih didominasi latihan prosedural dan kurang dikaitkan dengan konteks nyata. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menguji efektivitas pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) berbantuan E-LKPD bernuansa etnomatematika dalam meningkatkan literasi numerasi peserta didik, dan (2) mendeskripsikan literasi numerasi peserta didik ditinjau dari gaya kognitif reflektif dan impulsif. Penelitian menggunakan desain explanatory sequential mixed method dengan pretest-posttest control group pada peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Bulu, Kabupaten Sukoharjo, tahun ajaran 2025/2026, dengan sampel kelas eksperimen (n=25) dan kelas kontrol (n=25) yang dipilih melalui cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui tes literasi numerasi, tes gaya kognitif Matching Familiar Figures Test (MFFT), dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan uji One Sample T-Test, Binomial, Mann-Whitney U, Chi-Square, dan Wilcoxon melalui JASP. Hasil menunjukkan pembelajaran CTL berbantuan E-LKPD etnomatematika efektif meningkatkan literasi numerasi, dengan rata-rata posttest kelas eksperimen (81,50) melampaui batas tuntas (70), ketuntasan klasikal 92%, dan N-Gain 0,47 (kategori sedang), secara signifikan lebih tinggi dibanding kelas kontrol. Peserta didik reflektif konsisten memenuhi seluruh indikator literasi numerasi, sedangkan peserta didik impulsif hanya memenuhi sebagian indikator, terutama belum mampu menafsirkan hasil analisis untuk pengambilan keputusan. Dengan demikian, pembelajaran CTL berbantuan E-LKPD etnomatematika terbukti efektif, namun penerapannya perlu memperhatikan perbedaan gaya kognitif peserta didik melalui scaffolding yang berdiferensiasi.