Lathifah Humairoh
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PENDAPATAN DAN PEMASARAN USAHATANI JERUK MANIS (Citrus sinensis L) di DESA PANRIBUAN KECAMATAN DOLOK SILAU KABUPATEN SIMALUNGUN Lathifah Humairoh; Bambang hermanto
JURNAL AGRO NUSANTARA Vol. 5 No. 2 (2025): JURNAL AGRONUSANTARA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jan.v5i2.4990

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan usahatani jeruk manis, saluran pemasaran, margin, efisiensi pemasaran dan farmer's share jeruk manis di Desa Panribuan Kecamatan Dolok Silau Kabupaten Simalungun. Metode yang digunakan untuk pengambilan sampel petani jeruk manis yaitu metode purposive sampling (secara sengaja) dengan populasi 800 petani, sehingga peneliti mengecilkan populasi mengggunakan rumus slovin dan persentase kelonggaran yang digunakan 10% dan hasilnya menjadi 89 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan usahatani jeruk manis di Desa Panribuan Kecamatan Dolok Silau Kabupaten Simalungun yaitu sebesar Rp.4.696.000.000/ha/tahun, sedangkan rata-rata total biaya pada usahatani jeruk manis yaitu sebesar Rp.1.387.792.727/ha/tahun. Untuk rata-rata pendapatan petani jeruk manis di Desa Panribuan yaitu sebesar Rp. 37.170.868/ha/tahun. Nilai R/C ratio sebesar 3,38%, yang artinya nilai R/C ratio lebih besar dari satu (R/C ratio > 1). Nilai B/C ratio sebesar 2,38%, yang artinya nilai B/C ratio lebih besar dari satu (B/C ratio > 1). Biaya pemasaran pada saluran pemasaran I yaitu Rp.3.900/kg, pada saluran pemasaran II yaitu Rp.3.100/kg dan pada saluran pemasaran III Rp.2.100/kg. Keuntungan pemasaran pada saluran I sebesar Rp. 3.100/kg, pada saluran II sebesar Rp. 1.400/kg dan pada saluran III sebesar Rp. 1.100/kg. Efisiensi pemasaran menunjukkan bahwa saluran III (Ep = 20,95%) lebih efisien dibandingkan saluran I (Ep = 22,94%) dan dibandingkan saluran II (Ep = 31,25%). Farmer’s share pada saluran pemasaran I yaitu 47,05%, saluran pemasaran II yaitu 50,00% dan saluran pemasaran III yaitu 47,90%. Sehingga usahatani jeruk manis ini layak untuk terus dilanjutkan.