Putra Agina Widyaswara Suwaryo
Keperawatan Program Sarjana, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Gombong, Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Moda Transportasi Pre-Hospital terhadap Risiko Perburukan Cedera Kepala Eko Budi Santoso; Agus Wahyono; Barkah Waladani; Putra Agina Widyaswara Suwaryo
Link Journal of Health Science Vol 3 No 1 (2026): March : Journal of Health Science
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljhs.v3i1.154

Abstract

Pendahuluan: Cedera kepala merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas, terutama di negara berkembang. Fase pre-hospital memiliki peran penting dalam mencegah cedera otak sekunder. Namun, penggunaan transportasi non-medis tanpa stabilisasi yang adekuat berpotensi meningkatkan risiko perburukan kondisi pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh moda transportasi pre-hospital terhadap risiko perburukan pada pasien cedera kepala. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di Instalasi Gawat Darurat RS PKU Muhammadiyah Gombong pada periode November 2025 hingga Februari 2026. Sebanyak 55 pasien cedera kepala dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Variabel independen adalah moda transportasi pre-hospital (medis dan non-medis), sedangkan variabel dependen adalah risiko perburukan yang diukur menggunakan Glasgow Coma Scale (GCS) saat tiba di IGD. Analisis data menggunakan uji Chi-square dan regresi logistik dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Sebagian besar pasien menggunakan transportasi non-medis (67,3%), sedangkan 32,7% menggunakan ambulans. Lebih dari separuh pasien (52,7%) berada pada risiko perburukan saat tiba di IGD. Terdapat hubungan yang signifikan antara moda transportasi dengan risiko perburukan (p = 0,008). Pasien yang menggunakan transportasi non-medis memiliki risiko perburukan yang lebih tinggi dibandingkan dengan ambulans (OR = 4,80; p = 0,015). Kesimpulan: Moda transportasi pre-hospital berpengaruh signifikan terhadap risiko perburukan pada pasien cedera kepala. Peningkatan akses dan pemanfaatan transportasi medis menjadi penting untuk memperbaiki outcome pasien dan menurunkan komplikasi yang dapat dicegah.