Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Profesionalisme Guru Tahfidz dalam Menumbuhkan Motivasi Menghafal Al-Qur’an Siswa di MA Unggulan Darul Ulum Rejoso Peterongan Jombang Faizah, Ifa Nur; Masruroh, Laily
Millatuna: Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 01 (2026): Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/mjsi.v3i01.9457

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana profesionalisme guru Tahfidz berperan dalam menumbuhkan motivasi siswa dalam menghafal Al-Qur’an di MA Unggulan Darul Ulum Rejoso Peterongan Jombang. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya motivasi dalam proses menghafal Al-Qur’an serta peran sentral guru Tahfidz dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung. Berdasarkan konteks penelitian di atas dan agar penelitian terarah maka, fokus penelitian di atas adalah sebagai berikut 1) Bagaimana profesionalisme guru Tahfidz dalam menumbuhkan  motivasi menghafal al-qur’an siswa di MA Unggulan Darul Ulum Rejoso Peterongan Jombang? 2)Apa saja faktor pendukung dan penghambat profesionalisme guru Tahfidz dalam menumbuhkan motivasi menghafal al-qur’an siswa di MA Unggulan Darul Ulum Rejoso Peterongan Jombang?Adapun penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus, data dan sumber data, teknik pengumpulan data di lakukan  menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi, teknik analisis data yang terdiri dari Reduksi Data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, teknik pengecekan keabsahan data yang terdiri  dari Kepercayaan (kredibility) dan Keteralihan (transferability).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) guru Tahfidz yang profesional memiliki peran signifikan dalam meningkatkan motivasi siswa melalui kedisiplinan, 2)metode pengajaran yang variatif, pendekatan emosional, serta pemberian apresiasi. 3)Faktor pendukung dalam pelaksanaan profesionalisme guru meliputi dukungan lembaga dan lingkungan pesantren, sedangkan hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu dan tingkat kesiapan siswa.