Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Tinjauan Kimia Medisinal Terhadap Potensi Ekstrak Minyak Atsiri Kunyit (Curcuma longa L.) Untuk Kesehatan: Medicinal Chemistry Review on the Potential of Turmeric (Curcuma longa L.) Essential Oil for Health Saeful Amin; Wulan Nurkholidatunnisa
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i11.8933

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi kemampuan alami yang dimiliki tanaman kunyit (Curcuma longa L.) sebagai penghasil senyawa bioaktif yang berperan dalam kimia medisinal melalui telaah pustaka terbaru. Metode yang diterapkan berupa literature review dengan penelusuran jurnal penelitian dari basis data Google Scholar, PubMed, serta ScienceDirect menggunakan kata kunci “minyak atsiri”, “kunyit”, serta “turmeron”. Berdasarkan penelusuran literatur yang dilakukan, teridentifikasi bahwa minyak atsiri kunyit mengandung senyawa volatil utama seperti ar-tumerone, ?-turmerone, ?-turmeron, curlone, dan ar-curcumene yang memiliki aktivitas farmakologis meliputi antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, analgesik, dan antikanker. Senyawa turmeron diketahui mampu menginduksi apoptosis sel kanker melalui jalur ROS-mitokondria, serta menunjukkan efektivitas tinggi dalam formulasi farmasi seperti gel topikal dan naoemulsi. Hasil telaah ini menunjukkan bahwa kunyit memiliki prospek yang sangat baik sebagai bahan dasar dalam pembuatan obat herbal dan produk kesehatan. Selain itu, diperlukan penelitian lanjutan guna mengoptimalkan pemanfaatannya dalam dunia medis.
Tinjauan Kimia Medisinal Senyawa Fenolik Dari Daun Pepaya (Carica Papaya) Sebagai Kandidat Antikanker: Studi Literatur: Medicinal Chemistry Review of Phenolic Compounds from Papaya (Carica Papaya) Leaves as Anticancer Candidates: A Literature Study Saeful Amin; Risma Innayatulloh; Moch. Ikhsan Fauzi
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i11.8804

Abstract

Kanker merupakan tantangan kesehatan global dengan angka insiden dan mortalitas yang terus meningkat, mendorong urgensi penemuan agen terapi baru yang efektif dan aman. Tujuan dari kajian ini adalah untuk meninjau secara sistematis potensi kimia medisinal senyawa fenolik dari daun Carica papaya sebagai kandidat antikanker. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelusuri basis data ilmiah seperti PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect untuk publikasi relevan dalam rentang 2020-2025. Hasil sintesis menunjukkan daun C. papaya kaya akan senyawa fenolik, terutama flavonoid (kuersetin, kaempferol) dan asam fenolat, yang menunjukkan aktivitas sitotoksik selektif terhadap berbagai lini sel kanker secara in vitro (misalnya, payudara, paru-paru, prostat) sambil menunjukkan toksisitas minimal pada sel normal. Mekanisme molekuler utamanya meliputi induksi apoptosis melalui modulasi rasio Bax/Bcl-2 dan aktivasi kaspase, penahanan siklus sel, serta inhibisi jalur pensinyalan pro-survival seperti PI3K/Akt dan MAPK. Simpulannya, senyawa fenolik dari daun C. papaya memiliki landasan ilmiah yang kuat untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai agen kemoterapi atau kemopreventif baru, dengan rekomendasi untuk standardisasi ekstrak dan validasi klinis lebih lanjut.
Penemuan Senyawa Modulator Target Protein Tau Sebagai Pendekatan Terapeutik Penyakit Alzheimer: Studi Literatur: Discovery Of Tau Protein-Targeting Modulator Compounds As A Therapeutic Approach For Alzheimer’s Disease: A Literature Review Saeful Amin; Dea Wulandari; Dheana Ratu Hazlisa
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i11.8881

Abstract

Penyakit Alzheimer (AD) merupakan tantangan kesehatan global dengan opsi terapeutik yang sangat terbatas. Patologi protein Tau, yang bermanifestasi sebagai agregat neurotoksik intraseluler, menunjukkan korelasi yang kuat dengan tingkat penurunan kognitif pada pasien, menjadikannya target utama untuk intervensi farmakologis. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis penemuan dan pengembangan senyawa modulator protein Tau dalam rentang waktu publikasi 2020-2025, dengan mengkaji mekanisme aksi molekuler, status uji praklinis dan klinis, serta prospek di masa depan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dari basis data ilmiah utama seperti PubMed dan ScienceDirect. Hasil analisis mengidentifikasi empat strategi utama yang sedang dikembangkan: (1) inhibisi proses agregasi Tau; (2) modulasi modifikasi pasca-translasi (PTM) untuk mencegah hiperfosforilasi; (3) stabilisasi mikrotubulus untuk mengkompensasi hilangnya fungsi fisiologis Tau; dan (4) peningkatan klirens Tau patologis melalui imunoterapi dan pendekatan lainnya. Hasil uji klinis hingga saat ini menunjukkan hasil yang bervariasi, di mana beberapa kegagalan memberikan pelajaran penting mengenai pemilihan target, waktu intervensi, dan desain uji. Meskipun tantangan signifikan tetap ada, terutama terkait penetrasi sawar darah otak, pipeline terapi berbasis Tau terus berkembang. Kemajuan pesat dalam teknologi biomarker (misalnya, PET-Tau dan p-Tau plasma) dan pergeseran strategis menuju terapi kombinasi menandakan era baru yang menjanjikan dalam pengembangan obat untuk AD
Pengaruh Modifikasi Senyawa Alam Terhadap Aktivitas Antikanker Dan Mekanisme Kerjanya: The Effect of Chemical Modification of Natural Compounds on Anticancer Activity and Its Mechanism of Action Saeful Amin; Bryan Restu Pratama
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9033

Abstract

Senyawa alam telah lama dikenal memiliki potensi sebagai agen antikanker melalui mekanisme biologis seperti induksi apoptosis dan penghambatan proliferasi sel. Namun, keterbatasan seperti bioavailabilitas rendah, stabilitas kimia yang buruk, dan selektivitas terhadap sel kanker yang kurang optimal menjadi tantangan dalam penggunaannya secara klinis. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh modifikasi kimia terhadap struktur senyawa alam dalam meningkatkan efektivitas dan selektivitas antikanker. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka (literature review) terhadap sepuluh studi terkini yang relevan, dengan sumber dari database ilmiah seperti PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Hasil kajian menunjukkan bahwa modifikasi kimia—melalui penambahan gugus fungsional, konjugasi dengan nanopartikel, dan substitusi aromatik—berhasil meningkatkan afinitas terhadap target biologis, memperbaiki profil farmakokinetik, serta memperkuat mekanisme kerja seperti aktivasi caspase, penghambatan jalur NF-?B, dan penurunan ekspresi VEGF. Senyawa termodifikasi seperti EF24, GO-Y030, dan Curcumin-Nanoform menunjukkan peningkatan aktivitas sitotoksik yang signifikan dibandingkan senyawa asalnya. Dengan demikian, modifikasi kimia terhadap senyawa alam berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai kandidat obat antikanker yang lebih efektif, selektif, dan aman.