Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor Risiko Musculoskeletal Disorders Pada Nelayan Di Rantau Panjang Kecamatan Pantai Labu : Risk Factors for Musculoskeletal Disorders in Fishermen in Rantau Panjang, Pantai Labu District Tasya Salsabila; Zuhrina Aidha
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.10303

Abstract

Nelayan di Desa Rantau Panjang Kecamatan Pantai Labu sebagian besar bekerja secara tradisional dengan mengandalkan tenaga fisik tanpa dukungan alat bantu modern, sehingga berisiko tinggi mengalami gangguan muskuloskeletal. Minimnya pengetahuan mengenai kesehatan kerja dan kurangnya penerapan prinsip ergonomi semakin memperbesar kemungkinan timbulnya keluhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia, durasi kerja, masa kerja, dan indeks massa tubuh (IMT) dengan keluhan MSDs pada nelayan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional, melibatkan 89 responden. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM) untuk mengidentifikasi bagian tubuh yang mengalami keluhan otot, sedangkan analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar nelayan mengalami keluhan MSDs dengan prevalensi tinggi sebesar 53,9%. Analisis bivariat memperlihatkan adanya hubungan signifikan antara usia (p=0,001), durasi kerja (p=0,034), dan masa kerja (p=0,041) dengan keluhan MSDs, sementara IMT tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Temuan ini menegaskan bahwa faktor individu dan lamanya paparan kerja berkontribusi besar terhadap risiko gangguan muskuloskeletal pada nelayan. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar nelayan dapat mengatur jam kerja dengan memberikan waktu istirahat yang cukup untuk mengurangi beban fisik berlebihan, dan bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat memperluas cakupan penelitian dengan menambahkan variabel lain seperti pola makan, kebiasaan istirahat, serta kondisi lingkungan kerja, sehingga penelitian mengenai MSDs pada nelayan dapat memberikan gambaran yang lebih menyeluruh.