Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Efektivitas Pengendalian Proyek Pembangunan Sekolah Secara Swakelola Berbasis Earned Value Management dan Earned Schedule: Effectiveness Analysis of Project Control for Self-Managed School Construction Based on Earned Value Management and Earned Schedule Clara Zenicha Lioni; Tutang Muhtar Kamaludin; Adnan Fadjar; Rezky Susmono Karuru; Adina Khusnudzan Hadid
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i5.11028

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pengendalian waktu pada proyek pembangunan dan rehabilitasi gedung sekolah yang dilaksanakan secara swakelola dengan menggunakan metode Earned Value Management (EVM) dan Earned Schedule (ES). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode studi kasus berdasarkan data sekunder, yaitu Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan nilai Budget at Completion (BAC) sebesar Rp839.466.250 dan laporan kemajuan pekerjaan mingguan selama 13 minggu. Analisis dilakukan dengan menghitung Planned Value (PV), Earned Value (EV), Schedule Variance (SV), dan Schedule Performance Index (SPI), serta menerapkan metode Earned Schedule melalui interpolasi nilai EV terhadap kurva kumulatif PV untuk memperoleh Schedule Variance berbasis waktu (SVt) dan Schedule Performance Index berbasis waktu (SPIt). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja proyek bersifat dinamis, ditandai dengan percepatan pada fase awal (SPI > 1), penurunan kinerja pada fase tengah (SPI < 1), dan pemulihan pada fase akhir hingga proyek selesai sesuai jadwal. Keterlambatan maksimum terjadi pada minggu ke-9 dengan nilai SPI sebesar 0,90 dan keterlambatan waktu sekitar 1 minggu (SPIt = 0,89). Temuan ini menunjukkan bahwa fase tengah merupakan periode paling kritis dalam pengendalian proyek. Metode EVM terbukti efektif dalam mendeteksi penyimpangan kinerja secara kuantitatif, namun memiliki keterbatasan dalam merepresentasikan keterlambatan dalam satuan waktu. Sebaliknya, metode ES mampu memberikan interpretasi keterlambatan yang lebih konkret dan operasional. Integrasi metode EVM dan ES menghasilkan evaluasi kinerja proyek yang lebih komprehensif, sehingga dapat meningkatkan akurasi monitoring dan mendukung pengambilan keputusan dalam pengendalian proyek konstruksi secara swakelola.