Abstrak Latar Belakang: Penggunaan smartphone pada anak dan remaja mengalami peningkatan signifikan dalam dekade terakhir seiring dengan perkembangan teknologi digital. Tingginya durasi penggunaan perangkat ini meningkatkan aktivitas visual jarak dekat yang berpotensi berkontribusi terhadap peningkatan prevalensi myopia secara global, yang diperkirakan akan mencapai sekitar 50% populasi dunia pada tahun 2050. Tujuan: Meninjau secara komprehensif hubungan antara penggunaan smartphone dengan kejadian myopia pada anak dan remaja berdasarkan bukti ilmiah. Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan naratif. Sumber data diperoleh dari berbagai jurnal ilmiah nasional dan internasional yang relevan, meliputi studi observasional, systematic review, dan meta-analysis yang membahas penggunaan smartphone, aktivitas visual jarak dekat, serta faktor risiko myopia. Hasil: Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan smartphone dalam durasi yang lama, terutama ?2–3 jam per hari, berhubungan dengan peningkatan risiko myopia. Mekanisme yang mendasari meliputi peningkatan beban akomodasi mata, spasme akomodasi, serta elongasi aksial bola mata. Selain itu, paparan cahaya biru dari layar digital dan kebiasaan penggunaan yang tidak ergonomis (jarak pandang dekat dan minim istirahat) turut memperburuk kondisi tersebut. Faktor lain seperti kurangnya aktivitas luar ruangan, faktor genetik, dan pola perilaku juga berkontribusi terhadap perkembangan myopia. Kesimpulan: Penggunaan smartphone merupakan salah satu faktor risiko penting dalam kejadian myopia pada anak dan remaja, meskipun bersifat multifaktorial. Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui pembatasan durasi penggunaan, penerapan kebiasaan visual yang sehat, serta peningkatan aktivitas luar ruangan. Kata kunci: smartphone, myopia, anak, remaja, screen time, kesehatan mata