Penelitian ini membahas relevansi serta kesenjangan antara prinsip komunikasi Islam yang bersumber dari hadis dengan perilaku komunikasi masyarakat di era digital. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis hadis-hadis terkait komunikasi serta berbagai literatur komunikasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis mengajarkan prinsip komunikasi yang berlandaskan kejujuran (?idq), amanah, tabayyun, menjaga lisan, kesantunan, dan larangan menyakiti orang lain. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi yang tinggi dalam menghadapi berbagai tantangan komunikasi digital, seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, cyberbullying, serta komunikasi yang impulsif. Namun, implementasi prinsip-prinsip tersebut masih menghadapi berbagai kendala, antara lain rendahnya literasi digital, lemahnya internalisasi nilai-nilai keagamaan, faktor psikologis pengguna media digital, serta budaya komunikasi yang mengutamakan kecepatan dan popularitas. Oleh karena itu, diperlukan penguatan literasi digital berbasis etika Islam serta peningkatan kesadaran individu agar komunikasi digital dapat berlangsung secara bertanggung jawab, beretika, dan selaras dengan ajaran Islam. ABSTRACT This study examines the relevance and gaps between Islamic communication principles derived from the hadith and people’s communication behaviors in the digital age. The method used is a literature review, analyzing hadiths related to communication as well as various works on digital communication. The results show that the hadith teach communication principles based on honesty (?idq), trustworthiness, verification (tabayyun), guarding one’s speech, politeness, and the prohibition against harming others. These values are highly relevant in addressing various challenges of digital communication, such as the spread of misinformation, hate speech, cyberbullying, and impulsive communication. However, the implementation of these principles still faces various obstacles, including low digital literacy, weak internalization of religious values, psychological factors among digital media users, and a communication culture that prioritizes speed and popularity. Therefore, it is necessary to strengthen digital literacy based on Islamic ethics and raise individual awareness so that digital communication can take place responsibly, ethically, and in harmony with Islamic teachings.