Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Komunikasi Pemasaran Digital dalam Meningkatkan Penjualan Produk Lokal Kain Tenun Ikat: Digital Marketing Communication Strategies for Boosting Sales of Local Ikat-Woven Textiles Maria Angela Sepi; Chalista A M K Pellokila
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 7: July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11627

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi pemasaran digital dalam meningkatkan penjualan produk lokal kain tenun ikat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan sumber resmi yang relevan dengan komunikasi pemasaran digital, integrated marketing communication (IMC), UMKM, dan tenun ikat yang diterbitkan pada rentang tahun 2018–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi yang paling efektif adalah pemanfaatan media sosial berbasis visual (Instagram dan TikTok), marketplace (Shopee dan Tokopedia), serta penerapan IMC yang mengintegrasikan seluruh kanal dengan narasi budaya yang konsisten. Hingga Juli 2024, sebanyak 25,5 juta UMKM telah masuk ekosistem digital, 32 juta merchant menggunakan QRIS dengan sekitar 95 persen di antaranya merupakan UMKM, dan ekonomi digital Indonesia mencapai USD 90 miliar atau Rp1.420 triliun. Hambatan utama meliputi rendahnya literasi digital, keterbatasan sumber daya manusia, minimnya pemahaman analitik platform, dan infrastruktur internet yang belum merata. Penelitian ini menegaskan bahwa pemasaran digital tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan daya saing tenun ikat di pasar nasional dan global. ABSTRACT This study aims to analyze digital marketing communication strategies for increasing sales of local ikat weaving products. The research employs a qualitative approach using a literature review method. Data were collected from books, scientific journals, and official sources related to digital marketing communication, integrated marketing communication (IMC), MSMEs, and ikat weaving published between 2018 and 2025. The findings indicate that the most effective strategies are visual-based social media (Instagram and TikTok), marketplaces (Shopee and Tokopedia), and the application of IMC that integrates all channels with consistent cultural messaging. By July 2024, 25.5 million MSMEs had entered the digital ecosystem, 32 million merchants had adopted QRIS with approximately 95 percent being MSMEs, and Indonesia's digital economy reached USD 90 billion or IDR 1,420 trillion. Major barriers include low digital literacy, limited human resources, insufficient understanding of platform analytics, and uneven internet infrastructure. The study concludes that digital marketing not only increases sales but also strengthens cultural identity and the competitiveness of ikat weaving in the national and global market.