Ketergantungan yang semakin tinggi pada layanan digital menuntut tersedianya server dengan performa stabil, handal, dan mampu menangani lalu lintas permintaan dalam jumlah besar. Namun, arsitektur standalone sering kali tidak mampu memenuhi kebutuhan tersebut karena keterbatasan sumber daya dan tingginya risiko Single Point of Failure (SPOF), yang dapat menyebabkan terhentinya seluruh layanan ketika satu server mengalami gangguan sehingga berdampak pada penurunan kualitas layanan dan kerugian bisnis. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan arsitektur server terdistribusi dengan mekanisme load balancing menggunakan algoritma round-robin sebagai solusi peningkatan performa dan keandalan sistem. Metode penelitian dilakukan melalui pendekatan eksperimen terapan dengan membangun infrastruktur virtual berbasis VMware ESXi yang dikelola secara terpusat melalui vCenter. Arsitektur server kemudian dipadukan dengan load balancer berbasis Python yang memanfaatkan reverse proxy untuk membagi request secara merata ke beberapa server aktif, sementara algoritma round-robin dipilih karena sifatnya sederhana, adil, dan efektif dalam mendistribusikan beban. Hasil pengujian menunjukkan bahwa arsitektur load balanced mampu mengatasi SPOF, meningkatkan ketersediaan, serta mendistribusikan beban secara seimbang. Pada skenario uji dengan beban hingga 500 request bersamaan, arsitektur ini mampu mempertahankan performa yang stabil, mendukung mekanisme failover secara mulus, dan tetap memberikan layanan tanpa gangguan, sedangkan arsitektur standalone mengalami penurunan kinerja dan kegagalan dalam menangani beban yang sama. Dengan demikian, penelitian ini membuktikan bahwa implementasi load balancing menggunakan algoritma round-robin merupakan strategi efektif untuk mengoptimalkan kinerja, stabilitas, dan keandalan sistem server dalam menghadapi kebutuhan lalu lintas digital yang semakin meningkat.