Pengelolaan logistik obat yang baik merupakan salah satu faktor kunci dalam mendukung mutu pelayanan kesehatan, termasuk di fasilitas pelayanan tingkat pertama seperti Praktik Mandiri Bidan (PMB). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan manajemen logistik obat di PMB Evaria Tarigan, S.Keb., Bd., Deli Serdang, yang mencakup delapan aspek utama, yaitu perencanaan, penganggaran, pengadaan, penyimpanan, distribusi, penghapusan dan pemusnahan, pencatatan dan pelaporan, serta monitoring dan evaluasi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar aspek manajemen logistik obat telah berjalan dengan baik, seperti perencanaan rutin dua mingguan, pengadaan melalui distributor terpercaya, penerapan sistem FIFO dan FEFO dalam penyimpanan, serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara berkala. Namun, terdapat dua temuan yang perlu mendapat perhatian, yakni belum adanya dokumentasi berita acara pemusnahan obat dan sistem pencatatan yang masih dilakukan secara manual. Kedua hal ini berpotensi menghambat efisiensi dan akuntabilitas pengelolaan logistik obat. Penelitian ini merekomendasikan agar PMB segera menyusun prosedur dokumentasi pemusnahan yang sesuai regulasi serta mempertimbangkan adopsi sistem pencatatan berbasis digital untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi pengelolaan stok obat.