Desa Sarambu dikenal sebagai salah satu sentra produksi tanaman nilam yang menjadikan komoditas tersebut sebagai produk unggulan desa. Tingkat kapasitas petani memiliki peranan strategis dalam mendorong peningkatan produktivitas serta keberlanjutan usaha budidaya nilam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh peran penyuluh pertanian dan dukungan informasi terhadap kapasitas petani nilam di Desa Sarambu. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis korelasional. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada petani nilam, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Temuan penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel yang merepresentasikan peran penyuluh pertanian memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kapasitas petani nilam. Variabel materi penyuluhan memberikan kontribusi paling dominan dengan nilai koefisien sebesar 0,747, selanjutnya diikuti oleh metode penyuluhan sebesar 0,664 serta frekuensi penyuluhan dengan nilai koefisien 0,619. Selain itu, seluruh indikator dukungan informasi terbukti memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kapasitas petani nilam. Dukungan yang bersumber dari sesama petani menunjukkan pengaruh paling kuat dengan nilai koefisien sebesar 0,674, kemudian diikuti oleh dukungan internet sebesar 0,638 serta dukungan dari pedagang atau pengepul dengan nilai koefisien 0,551. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan kapasitas petani nilam dapat diwujudkan melalui pendampingan penyuluh pertanian yang berkualitas, disertai dengan ketersediaan dukungan informasi yang memadai. Dengan demikian, penguatan peran penyuluh pertanian serta perluasan akses terhadap sumber informasi menjadi strategi yang krusial dalam mendorong peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha budidaya tanaman nilam di Desa Sarambu. Kata Kunci: Petani,Nilam,Kapasitas.