Kohar Yudoprasetyo
Departemen Teknik Infrastruktur Sipil, Fakultas Vokasi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Jawa Timur

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS RESPONS TAHAP KONSTRUKSI–LAYAN PADA DESAIN BOX GIRDER PRATEGANG JEMBATAN PANDANSIMO DENGAN METODE BALANCED CANTILEVER Kohar Yudoprasetyo; Muhammad Sigit Darmawan; RP Muhammad Aunariq Rinanda
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 22 No. 2 (2026)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.22.2.100-119.2026

Abstract

Jembatan Pandansimo merupakan infrastruktur strategis pada koridor Jalan Lintas Selatan Daerah Istimewa Yogyakarta yang menghubungkan Kabupaten Bantul dan Kabupaten Kulon Progo. Pada desain eksisting, bentang utama menggunakan sistem Corrugated Steel Plate (CSP) dengan jumlah pilar relatif banyak sehingga berpotensi mengganggu aliran Sungai Progo. Penelitian ini mengevaluasi alternatif desain bentang tengah menggunakan box girder beton prategang dengan metode balanced cantilever cast in situ untuk mengurangi jumlah pilar sekaligus memastikan kinerja struktur pada tahap konstruksi dan tahap operasional. Analisis dilakukan menggunakan SAP2000 dengan pendekatan staged construction. Parameter evaluasi meliputi tegangan serat, lendutan, tegangan tarik utama, dan perbandingan momen servis terhadap momen retak. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada tahap konstruksi, lendutan maksimum kondisi kantilever sebesar 50,20 mm masih lebih kecil dari batas L/400 sebesar 170 mm. Pada kondisi operasional, lendutan maksimum sebesar 14,80 mm juga masih memenuhi batas L/800 sebesar 175,93 mm. Tegangan tarik maksimum serat bawah dan atas masing-masing sebesar 1,0 MPa dan 0,8 MPa, lebih rendah dari batas izin 2,33 MPa. Tegangan tarik utama dan momen servis juga masih berada di bawah batas kritis. Dengan demikian, alternatif box girder prategang balanced cantilever memenuhi kriteria kinerja konstruksi dan operasional serta berpotensi mengurangi gangguan struktur terhadap aliran sungai.