Denik Sri Krisnayanti
Teknik Sipil, Fakultas Sains & Teknik, Universitas Nusa Cendana, Kupang, Nusa Tenggara Timur

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

A Seepage Analysis of a Zoned Embankment Dam with a Vertical Core (Case Study: Manikin Dam) Denik Sri Krisnayanti; Kevin A.C. Mansula; Andi Hidayat Rizal; Tri M.W. Sir; Ralno Robson Klau; Batara Doa Megonondo
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 22 No. 2 (2026)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.22.2.120-132.2026

Abstract

Bendungan Manikin merupakan bendungan urugan bertipe zonal inti tegak yang direncanakan terletak di Desa Kuaklalo, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Bendungan urugan menyimpan potensi bahaya akibat kerusakan fisik dan kegagalan fungsi bendungan. Penyebab kerusakan dan kegagalan fungsi bendungan urugan ialah air yang merembes melalui tubuh bendungan melewati batas ijin debit rembesan bendungan. Penggunaan material lempung sebagai inti tegak perlu dianalisis debit rembesan yang terjadi di tubuh bendungan. Tujuan penelitian adalah menganalisis nilai debit rembesan dan nilai faktor keamanan yang terjadi pada Bendungan Manikin. Analisis menggunakan perangkat lunak metode elemen hingga SEEP/W dengan kondisi elevasi muka air minimum, normal, dan maksimum. Hasil analisis menunjukkan rembesan yang terjadi pada Bendungan Manikin dalam kondisi muka air minimum sebesar 6,899 x 10-5 m3/dtk, muka air normal 1,879 x 10-4 m3/dtk dan muka air maksimum 2,174 x 10-4 m3/dtk. Debit rembesan yang terjadi di Bendungan Manikin pada kondisi muka air minimum, muka air normal dan muka air maksimum berada di bawah batas ijin rembesan bendungan yaitu 1% dari rata-rata debit tahunan yang masuk ke dalam bendungan sebesar 0,012 m³/dtk. Semakin besar nilai permeabilitas maka semakin besar debit rembesan dan jika akan semakin kecil nilai faktor keamanannya. Apabila ketersediaan dari material lempung tidak mencukupi maka penggunaan material pengganti seperti aspal, atau bahan kedap lainnya bisa dilakukan dengan memenuhi spesifikasi teknis yang ditentukan.