Desy Yofianti
Jurusan Teknik Sipil, Perencanaan, dan Perancangan, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Bangka Belitung, Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGGUNAAN RECLAIMED ASPHALT PAVEMENT (RAP) SEBAGAI BAHAN PENGGANTI AGREGAT KASAR PADA CAMPURAN AC-BC Desy Mayasari; Endang Seyawati Hisyam; Desy Yofianti
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 22 No. 2 (2026)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.22.2.133-145.2026

Abstract

Penggunaan Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) berpotensi menggantikan penggunaan agregat kasar baru pada campuran beraspal. Selain itu, penggunaan RAP dapat mengurangi biaya konstruksi serta mendukung pemeliharan perkerasan jalan. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik Marshall dan menentukan Kadar Aspal Optimum (KAO) dari campuran Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC) yang menggunakan RAP. Spesifikasi yang digunakan adalah Spesifikasi Umum Bina Marga Tahun 2018. Jumlah benda uji sebanyak 40 buah dan jumlah tumbukan sebanyak 75 tumbukan pada setiap sisi benda uji. Variasi RAP yang digunakan yaitu: 0%; 50%; dan 100% sedangkan variasi kadar aspal adalah 4,5%; 5,0%; 5,5%; 6,0%; dan 6,5%. Karakteristik Marshall yang dianalisis terdiri dari VIM, VMA, VFB, stabilitas, flow, dan Marshall Quotient (MQ). Hasil analisis penggunaan RAP dalam campuran AC-BC berpengaruh terhadap nilai karakteristik aspal. Nilai karakteristik Marshall untuk VIM, VMA, stabilitas serta MQ mengalami penurunan dari variasi 0% RAP ke 100% RAP. Nilai VIM turun dari 7,204% (0% RAP) menjadi 3,562% (100% RAP). Nilai VMA juga turun dari 16,554% (0% RAP) menjadi 12,955% (100% RAP). Selanjutnya, nilai stabilitas turun dari 2.506 kg (0% RAP) menjadi 2.198 kg (100% RAP). Nilai MQ turun dari 1152,2 kg/mm (0% RAP) menjadi 438,6 kg/mm (100% RAP). Namun, kondisi sebaliknya terjadi peningkatan nilai VFB dan flow. Nilai VFB meningkat dari 53,188% (0% RAP) menjadi 77,329% (100% RAP), serta nilai flow meningkat dari 1,9 mm (0% RAP) menjadi 3,6 mm (100% RAP). Nilai KAO diperoleh sebesar 6,25% pada 0% RAP, 6,0% pada 50% RAP, dan 5,5% pada 100% RAP. Hasil ini menunjukkan bahwa RAP dapat digunakan sebagai bahan alternatif pengganti agregat kasar pada campuran AC-BC.