Sigit Priyanto
Magister Sistem dan Teknik Transportasi, Teknik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, D.I. Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENILAIAN KERAWANAN PERLINTASAN SEBIDANG BERDASARKAN TIPOLOGI PENGAMAN Rifan Fathurrahman; Dewanti Dewanti; Sigit Priyanto
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 22 No. 2 (2026)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.22.2.146-161.2026

Abstract

Perlintasan sebidang dewasa ini masih menjadi titik rawan kecelekaan karena terjadi pertemuan antara kereta api dan kendaraan jalan dalam satu ruang konflik. Di Indonesia, telah tercatat 1.499 kecelakaan dari tahun 2020 hingga 2024 dimana sekitar 24 kejadian dalam sebulan, termasuk di Kota Padang yang dimana tercatat 107 kecelakaan dari 2020 hingga 2024, dimana mobil yang paling dominan terlibat. Tingkat kerawanan dipengaruhi oleh fasilitas infrastruktur, visibilitas, geometrik, frekuensi kereta api, volume lalu lintas kendaraan, dan dampak dari kecelakaan. Selama ini penilaian berbasis dari inventarisasi serta riwayat kecelakaan, penelitian ini bertujuan menilai tingkat kerawanan di JPL 10, EWS 02, dan Jalan Pulai dengan tipologi pengamanan yang berbeda. Penentuan tingkat kerawanan menggunakan Australian Level Crossing Assessment Model melalui dimensi infrastruktur, paparan, dan konsekuensi. Data didapatkan dari hasil observasi dan wawancara di lapangan, serta data kecelakaan dari PT. Kereta Api Indonesia Divre II . Tiga lokasi perlintasan sebidang pada penelitian ini merepresentasikan tipologi pengamanan yang berbeda di Jalan Pulai tanpa portal pengaman, JPL 10 Jalan Jhoni Anwar berupa portal pengaman lengkap dengan sistem peringatan dini, dan EWS 02 Jalan Banjir Kanal dengan sistem peringatan dini dan tanpa portal pengaman yang dijadikan studi kasus. Dengan data primer karakteristik perlintasan sebidang dan volume lalu lintas kendaraan untuk data sekunder frekuensi kereta api dan riwayat kecelakaan kereta api pada perlintasan sebidang. Setelah skor risiko dihitung dengan mengalikan nilai faktor infrastruktur, faktor paparan, dan faktor konsekuensi, akan didapatkan perkiraan kecelakaan dan fatalistas, serta faktor pemicu kecelakaan pada setiap lokasi, lalu diberikan rekomendasi untuk penanganan risiko kecelakaan di perlintasn sebidang. Hasil penilaian kerawanan dengan Australian Level Crossing Assessment Model pada perlintasan sebidang didapatkan peringkat perlintasan tingkat risiko tinggi (0,21059) pada perlintasan tanpa portal pengaman di Jalan Pulai dengan perkiraan kecelakaan terjadi dalam 1 tahun , perlintasan dengan risiko sedang (0,10039) pada perlintasan dengan Early Warning System di EWS 02 Jalan Banjir Kanal dengan perkiraan kecelakaan terjadi dalam 2 tahun, dan perlintasan dengan risiko rendah (0,04721) pada perlintasan dengan portal pengaman di JPL 10 Jalan Jhoni Anwar dimana perkiraan kecelakaan terjadi dalam 4 tahun. Kelengkapan pada infrastruktur di perlintasan sebidang mempengaruhi keefektivitasan keselamatan pengemudi di perlintasan sebidang, dimana dengan infrastruktur yang baik dapat mempengaruhi pengambilan keputusan pengemudi. Dari ketiga lokasi adanya fasilitas pengaman yang membatasi fisik terbukti efektif dalam menurunkan risiko kecelakaan di perlintasan sebidang, meskipun yang memiliki volume lalu lintas yang tinggi.