Latar Belakang: Remaja putri rentan terhadap masalah kesehatan reproduksi ketika pengetahuan mereka tidak memadai. Tingkat pengetahuan tersebut dapat berhubungan dengan status gizi sebagai faktor biologis dan dukungan teman sebaya sebagai sumber informasi dan bantuan sosial. Dengan demikian, hubungan antara kedua ciri ini dan pengetahuan kesehatan reproduksi membutuhkan penelitian lebih lanjut. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan dukungan teman sebaya terhadap tingkat kesadaran kesehatan reproduksi remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, dengan 44 siswi kelas sembilan dari SMP Islam Roudlotul Huda, Mojokerto, yang dipilih dengan metode purposive sampling. Status gizi diperiksa menggunakan Indeks Massa Tubuh untuk Usia (BMI/A), sedangkan dukungan teman sebaya dan pengetahuan kesehatan reproduksi diukur dengan kuesioner. Korelasi antar variabel dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil: Sebagian besar responden menunjukkan status gizi yang memadai (88,6%), dukungan teman sebaya yang tidak memadai (47,7%), dan pemahaman kesehatan reproduksi yang tidak memadai (40,9%). Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara status gizi dan tingkat kesadaran kesehatan reproduksi (p = 0,385). Ditemukan hubungan yang signifikan antara dukungan teman sebaya dan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi (p < 0,001). Simpulan: Status gizi tidak berhubungan dengan tingkat kesadaran kesehatan reproduksi di kalangan remaja putri, namun dukungan teman sebaya menunjukkan hubungan yang signifikan. Meningkatkan pendidikan kesehatan reproduksi yang dipimpin oleh teman sebaya di sekolah dapat dianggap sebagai strategi untuk meningkatkan pemahaman remaja, yang didukung oleh pendidik dan ahli kesehatan.