Yulia Annisa Annisa
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Transformasi Smart People melalui Keterampilan Digital: Analisis Teori David Korten Yulia Annisa Annisa; Darusman Darusman; Fitra Yanti
TATHWIR: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 17, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jt.v17i1.13903

Abstract

Transformasi digital dalam pembangunan desa menempatkan smart people sebagai elemen kunci dalam meningkatkan kualitas hidup dan peluang ekonomi masyarakat. Namun, peningkatan keterampilan digital tidak selalu berbanding lurus dengan pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi keterampilan digital terhadap transformasi smart people serta mengidentifikasi faktor penyebab dari dampaknya yang masih bersifat parsial dengan menggunakan perspektif teori Fit David C. Korten. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain explanatory sequential, melalui survei kuantitatif terhadap masyarakat desa di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, yang diikuti dengan wawancara mendalam untuk memperkuat interpretasi hasil. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, regresi, dan analisis tematik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan digital memiliki pengaruh signifikan terhadap akses pekerjaan sebesar 49,1%, namun proses transformasi yang terjadi masih berada pada tahap pemanfaatan dan belum mencapai pemberdayaan penuh. Temuan ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara kemampuan digital masyarakat dengan peluang ekonomi yang tersedia. Selain itu, ditemukan adanya ketidaksesuaian (misfit) dalam tiga dimensi Model Fit, yaitu antara program dengan kebutuhan masyarakat, antara organisasi pelaksana dengan desain program, serta antara organisasi dengan karakteristik masyarakat, yang menyebabkan proses pembangunan masih berhenti pada tahap capacity building. Akibatnya, masyarakat cenderung menjadi pengguna teknologi, bukan aktor yang mandiri, sehingga berisiko mengalami transformasi yang semu.