Isah Cahyani
Indonesia University of Education

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Pembelajaran Teks Eksplanasi Kelas IX di Mtsn 1 Subang Reza Aulia Setiawan; Isah Cahyani; Khaer Kurniawan
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Enam (6) Negara: Indonesia, Malaysia, Chin
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7829

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa kelas IX MTsN 1 Subang dalam memahami teks eksplanasi. Kemampuan berpikir kritis yang dikaji mencakup kemampuan mengidentifikasi informasi penting, menganalisis hubungan sebab akibat, mengevaluasi informasi, dan menarik kesimpulan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian berjumlah 30 siswa yang ditetapkan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara semi terstruktur, dan tugas tertulis berbasis teks eksplanasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa masih berada pada kategori rendah hingga sedang. Sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi informasi inti, membangun hubungan sebab akibat secara logis, serta mengevaluasi relevansi dan keakuratan informasi dalam teks. Kelemahan pada tahap awal berdampak pada rendahnya kemampuan siswa dalam menarik kesimpulan secara tepat. Faktor yang memengaruhi kondisi tersebut meliputi keterbatasan strategi membaca kritis, rendahnya pemahaman konsep ilmiah yang berkaitan dengan teks eksplanasi, serta model pembelajaran yang belum sepenuhnya mendorong penalaran tingkat tinggi. Oleh karena itu, penguatan strategi membaca kritis dan integrasi literasi ilmiah perlu dioptimalkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
Perkembangan Tren Advertensi di Indonesia: Pilihan Bahasa Iklan, Karakteristik, dan Media Penyebarannya Talitha Sahda Laili; Isah Cahyani
Jurnal Pedagogik Indonesia: Yayasan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Ksatria Siliwangi Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Pedagogi Indonesia: Yayasan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Ksatria Siliw
Publisher : CV. Ksatria Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67025/jpi.v3i1.71

Abstract

Tujuan Advertensi memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan dunia ekonomi. Seiring perkembangan zaman, advertensi kerap dibuat dengan mengandalkan kreativitas dan inovasi untuk menarik perhatian konsumen dan meningkatkan daya jual produk yang diiklankan. Agar produksi advertensi dapat sesuai dengan tren di masyarakat, diperlukan suatu analisis terhadap perkembangan advertensi. Secara khusus, penelitian ini mengkaji perkembangan advertensi dari mulai pilihan bahasa iklan, karakteristik, serta media penyebarannya sejak era revolusi industri 1.0 hingga era revolusi industri 5.0. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian adalah systematic literature review. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa pada era revolusi industri 1.0, advertensi dibuat dengan sederhana dalam media cetak, seperti poster. Bahasa yang digunakan pun berfokus pada penyampaian informasi. Pada era revolusi industri 2.0, surat kabar menjadi media utama dalam penyebaran advertensi. Bahasa yang digunakan pun semakin kreatif serta mulai mengarah pada upaya meningkatkan daya beli masyarakat. Pada era revolusi industri 3.0, keunggulan visualisasi advertensi menjadi poin utama. Media advertensi yang digunakan adalah media cetak berwarna, televisi, dan radio. SeiringĀ  perkembangan zaman, teknologi yang digunakan dalam membuat advertensi menyesuaikan tren di masyarakat. Media sosial menjadi media utama penyebaran advertensi. Animasi dan gambar 3D dilengkapi teknologi AR atau VR menjadi karakteristik advertensi di era ini. Bahasa yang digunakan tidak selalu formal dan kerap bersanding dengan penggunaan bahasa asing. Advertensi di era revolusi industri 4.0 diperkirakan akan terus berkembang di era revolusi industri 5.0, terutama dengan adanya pemanfaatan AI.