Restu Triwulandani Tolibin
Universitas Muhammadiyah Surakarta, Kota Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENYULUHAN NEUROPATI DIABETIK SEBAGAI UPAYA PROMOTIF DAN PREVENTIF PADA LANSIA DI PANTI USIA LANJUT: STUDI PRE-EKSPERIMENTAL PRETEST–POSTTEST Salwa Ghaisani Syariifah Arifinnia; Desilva Zahra Asmara; I Gede Budiastra Yandita Putra; Avika Dhya Arolia; Indah Puspita Sari; Kiki Faizatul Mahsunah; Aisyah Nur Safitri; Restu Triwulandani Tolibin; Dwi Kusumaningsih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 6. No. 1, Maret 2026
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jpmmedika.v6i1.15427

Abstract

ABSTRAK Lansia merupakan kelompok usia yang rentan terhadap penyakit degeneratif, termasuk diabetes melitus dan komplikasinya seperti neuropati diabetik, yang dapat menurunkan kualitas hidup dan kemandirian. Panti Usia Lanjut Aisyiyah Sumber Surakarta menampung 28 lansia perempuan berusia 62 tahun hingga 86 tahun dengan tingkat keterbatasan mobilitas yang beragam, sehingga diperlukan upaya promotif dan preventif yang terstruktur. Permasalahan utama mitra adalah rendahnya pengetahuan lansia mengenai neuropati diabetik dan belum optimalnya deteksi dini risiko diabetes. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lansia tentang neuropati diabetik serta melakukan skrining awal melalui pemeriksaan gula darah sewaktu. Metode pelaksanaan meliputi pemeriksaan gula darah sewaktu, pretest pengetahuan, penyuluhan kesehatan yang disampaikan melalui presentasi, leaflet, dan poster dengan pendekatan kesehatan dan nilai Islam, serta posttest sebagai evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan data pretest dan posttest terdistribusi normal (p>0,05) dan terdapat peningkatan pengetahuan yang bermakna secara statistik berdasarkan uji paired samples t-test (p<0,001). Kesimpulan kegiatan ini menunjukkan bahwa penyuluhan neuropati diabetik efektif meningkatkan pengetahuan lansia dan berpotensi menjadi upaya promotif dan preventif yang berkelanjutan di lingkungan panti usia lanjut. ABSTRACT Older adults are a population group that is highly vulnerable to degenerative diseases, including diabetes mellitus and its complications such as diabetic neuropathy, which may significantly reduce quality of life and functional independence. Aisyiyah Sumber Orphanage in Surakarta accommodates 28 female older adults aged 60 until 86 years, with varying levels of mobility limitation, highlighting the need for structured promotive and preventive health interventions. The main problems faced by the partner institution are limited knowledge of diabetic neuropathy among residents and the lack of early detection of diabetes risk. This activity aimed to improve older adults’ knowledge and awareness of diabetic neuropathy and to conduct early screening through random blood glucose testing. The methods included random blood glucose examination, a hookup, pretest assessment, health education delivered through presentations, leaflets, and posters incorporating health education and Islamic perspectives, and a posttest evaluation. The results showed that pretest and posttest data were normally distributed (p>0.05), with a statistically significant increase in knowledge after the intervention based on the paired samples t-test (p<0.001). In conclusion, diabetic neuropathy health education is effective in increasing older adults’ knowledge and has the potential to serve as a sustainable promotive and preventive strategy in institutional elderly care settings.
EDUKASI TERPADU PERSONAL HIGIENE UNTUK MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MURID SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH SAMBON KECAMATAN BANYUDONO, BOYOLALI Riandini Aisyah; Siti Soekiswati; Sa'idatul Fithriyah; Asri Alfajri; Dodik Nursanto; Restu Triwulandani Tolibin; Nur Ariska Nugrahani; Ardiva Fatimatul Khofifah; Aurora Revi Samantha; Balqis Dhiya Nafisa; Devina Maydiona Maharani; Fawwaz Mahardika Pranata; Faza Ovita Balqis; Handika Muhammad Bimantoro; Rengganis Sungsang Kosala; Revalina Azlia Bilbina Balqis; Salma Zakiyatusholihat; Sri Dewi Astutik; Jauza'naia Kusmawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 6. No. 1, Maret 2026
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jpmmedika.v6i1.16119

Abstract

ABSTRAK Rendahnya kebersihan diri dan keterbatasan fasilitas sanitasi di Sekolah Dasar (SD) meningkatkan risiko penyakit menular, termasuk infeksi cacing. Di SD Muhammadiyah Sambon, Boyolali, siswa masih kurang memahami thaharah, penyakit menular, dan infeksi kecacingan. Fasilitas kebersihan di sekolah juga belum sepenuhnya mendukung praktik hidup bersih. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa tentang thaharah sebagai dasar kebersihan diri, mencegah penyakit menular dan infeksi cacing, serta membantu mengoptimalkan fasilitas kebersihan di sekolah. Metode yang digunakan meliputi pre-test, penyampaian materi interaktif dengan media visual, diskusi, simulasi perilaku, dan post-test untuk mengevaluasi perubahan pengetahuan. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Januari 2026 dengan peserta kegiatan adalah siswa-siswi kelas V SD Muhammadiyah Sambon, Boyolali. Penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan siswa, terutama pada materi infeksi kecacingan. Penyediaan fasilitas kebersihan turut mempermudah praktik langsung di sekolah. Hal ini, menegaskan pentingnya edukasi thaharah dan optimalisasi fasilitas sanitasi untuk mendukung perilaku hidup bersih dan sehat. ABSTRACT Low personal hygiene and limited sanitation facilities in elementary schools increase the risk of communicable diseases, including helminth infections. Students’ understanding of thaharah, communicable diseases, and helminth infections Muhammadiyah Sambon Elementary School, Boyolali, remains limited. School hygiene facilities also do not yet fully support clean and healthy practices. This community service program aimed to improve students’ knowledge of thaharah as a foundation for personal hygiene, prevent communicable diseases and helminth infections, and optimize school hygiene facilities. The methods included a pre-test, interactive learning using visual media, discussions, behavioral simulations, and a post-test to evaluate changes in knowledge. The activity was conducted on January 2026, with level 5 Muhammadiyah Sambon, Boyolali elementary school students participating. The results demonstrated a significant increase in students’ knowledge, particularly regarding helminth infections. The provision of hygiene facilities also facilitated direct practice at school. These findings highlight the importance of thaharah education and the optimization of sanitation facilities in promoting clean and healthy behaviors.